Komisi IV Jabar Minta Pembangunan Rusunawa

In Politika
Imam Budi Hartono
Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) menilai hunian vertikal seperti Rumah Susun Sewa (Rusunawa) menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan papan warga dan penataan kota. Sebab, saat ini, masih banyak Jabar yang belum memiliki rumah.

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono, usai melakukan kunjungan ke Rusunawa Ranca Ekek dan rapat dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Jabar beberapa waktu lalu.

“Saya harap bisa dibangun seperti di Ranca Ekek, ini sangat kokoh dan bagus. Rusunawa pun tersebar di tersebar di Jabar, ini kewenangan pembangunannya dari pusat, kami hanya aset tanahnya saja,” kata Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Jumat (13/12).

Imam menjelaskan, berdasarkam data,hampir 1,2 juta warga Jabar tidak memiliki rumah dan masih banyak backlog atau dalam satu rumah masih dihuni banyak kepala keluarga. Sehingga, penting sekali membangun Rusunawa-rusunawa baru di Jabar.

“Ini penting sekali, nanti juga ada Raperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (RP3KP) yang mewajibkan Pemprov Jabar bisa membantu warga yang tidak rumah menjadi punya rumah,” jelasnya.

Rusunawa ini menjadi solusi, karena rumah vertical sangat dianjurkan agar resapan air dan ruang terbuka hijau tercukupi, serta fasilitas di dalamnya diberikan pemerintah, seperti air, kesehatan, areal public dan olahraga.

“Seperti di Ranca Ekek itu bagus sekali. Dorongan awalnya dari DPRD, dengan menuntaskan Raperda RP3KP. Setelah itu, dari aset tanah yang menganggur di Jabar segera diusulkan ke pusat untuk dibangun Rusunawa, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), seperti buruh, termasuk di Kertajati juga butuh, karena karyawannya banyak yang mengontrak,” terangnya.

Poin kedua setelah rapat dengan Disrumkim adalah terkait rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang besarannya sudah naik dari Rp13 jutaan menjadi Rp17, 5  juta.

“Tapi kami rasa masih kurang, jika diangka Rp25 juta per rumah, itu akan menjadi lebih baik,”

Kemudian, sambung IBH-Sapannya-, terkait pemukiman kumuh. Sebab, di kota-kota besar di Jabar pemukiman kumuh harus ditata dan bangunannya sudah harus vertical. Contoh Rusunawa Ranca Ekek tersebut, kebutuhan dasar bagi rakyat sebagaimana yang diamanahkan Undang Undang Dasar (UUD) 1945, bahwa rakyat berhak memiliki rumah.

“Jawabannya adalah membangun Rusunawa di beberapa titik di Jabar,” sambungnya.

Selain itu, dalam rapat tersebut, pihaknya juga membahas terkait sumber daya manusia (SDM) di beberapa dinas yang masih kurang. Seperti di Disrumkim yang masih membutuhkan SDM di bidang planologi, tata kota dan arsitek.

Politikus PKS yang digadang-gadangkan bakal mengikuti Pilkada Depok 2020 ini melanjutkan, yang menjadi sorotan lainnya mengenai air. Sebab, di beberapa desa di Jabar yang masih kekurangan air.

“Nanti, kami akan mencarikan cekungan-cekungan air untuk dibor, kemudian dimanfaatkan masyarakat dan mereka tidak jauh atau bahkan membeli air untuk kehidupannya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

gunadarma untuk perangi korona

Sumbangsih Gunadarma untuk Negeri Lawan Pandemi Covid-19

SIMULASI : Pihak Gunadarma sedang menunjukan purwarupa alat bantu pernapasan untuk membantu penanganan pasien Covid-19.

Read More...
afifah terus berikan bantuan

Afifah Terus Distribusikan Bantuan

BANTUAN : Ketua Bamusi Kota Depok, Afifah Alia didamping Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok

Read More...
Ketua LPM Cinere, Ahmad Jayadi.

Data Satgas Covid-19 Diragukan

Ketua LPM Cinere, Ahmad Jayadi.   RADARDEPOK.COM, CINERE - Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cinere, Ahmad

Read More...

Mobile Sliding Menu