Beranda Metropolis Komunitas Classic Motor Muni Custom : Rongsokanku Sauradaraku, Kas Buat Subsidi Silang (1)

Komunitas Classic Motor Muni Custom : Rongsokanku Sauradaraku, Kas Buat Subsidi Silang (1)

0
Komunitas Classic Motor Muni Custom : Rongsokanku Sauradaraku, Kas Buat Subsidi Silang (1)
KOPDAR: Komunitas Classic Motor Muni Custom alias Rongsokanku ketika kopi darat alias Kopdar di Pemkab Cibinong, Sabtu (30/11). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
komunitas motor klasik depok
KOPDAR : Komunitas Classic Motor Muni Custom alias Rongsokanku ketika kopi darat alias Kopdar di Pemkab Cibinong, Sabtu (30/11). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Menunggangi sepeda motor berpenampilan tua menjadi keunggulan Komunitas Classic Motor Muni Costum (CMMC) atau biasa disapa Komunitas Rongsokanku. Bahkan bengkel besutan Muhammad Muni mulai mengumpulkan uang Kas untuk berbagai kebutuhan.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Berjejer motor tahun 90’an – 2000an di bengkel Muni, Jalan M Nasir Kampung Bendungan, Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Minggu (01/12) pagi. Kesejukan hari itu menemani suara knalpot yang dikeluarkan dari masing-masing motor yang distandart rapi.

Muni masih dengan raut wajah yang masih basah, usai mencuci muka, menghampiri dengan menjinjing segelas kopi hitam. Kita berbincang mengawali hari, sebagaimana Muni memulai bengkelnya dengan komunitas motor rongsokan.

“Punya kecintaan yang sama, suka main motor jenis Honda CB atau Honda GL, yasudah buka bengkel untuk kumpul. Sekalian juga ngelayanin motor lain yang mau service, injeksi juga bisa,” ungkapnya sambil meniup kopi yang masih panas mendidih.

Langkah cepat langsung dilakukan Muni duet bersama Dion yang juga sekaligus Adik kandungnya, yang saat itu juga sedang asyik memantau beberapa motor classic yang tengah menyala. Muni sendiri menggunakan motor Honda CB 100 tahun 1999 dengan warna merah kusam.

Tak mau kalah dengan sang kakak, sang adik Dion yang juga ikut perbincangan sedari tadi menambahkan bahwa rongkokanku sama hal nya dengan komunitas lain yang mengadakan uang kas alias iuran dari para anggota.

“Rp20.000 per dua minggu, nah uangnya untuk subsidi silang perbaiki motor sesama rongsokanku. Namanya juga motor tua biasanya suka rusak,” papar Dion sambil tertawa dan mengelap GL max hitam miliknya.

Saat ini, Rongsokanku masih mencari lokasi yang cocok untuk bersandar bersama motor classic untuk kopi darat. Dikatakan Dion, setapak demi setapak aspal telah dilewati rongsokanku, usai Sholat isya diminggu kedua mereka belakang ini mencari tempat kopdar.

“Pemda Cibinong sudah, GDC sudah, Margonda keramaian, kayanya kopdar di bengkel saja lebih hemat dan seru. Paling sesekali baru kopdar di luar,” tandasnya.

Saat ini tercatat, belum genap meningjak usia 30 hari, Rongsokanku telah diisi 20 anggota dengan berbagai jenis motor dengan konsep classic. Bengkel Muni juga memberikan ruang kepada anggotanya untuk belajar bersama merangkai bangkai mesin menjadi nilai jual tinggi, baik di mata maupun dikantong. (*)

 

Editor : Pebri Mulya