Masih Banyak PR yang Harus Diselesaikan

In Politika
Hendrik Tangke Allo.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Melalui momentum Hari Ibu 22 Desember. DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Depok mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Pemkot Depok.

“Hari ini menjadi penting diperingati, tidak hanya untuk perempuan, tapi juga untuk laki-laki khususnya di Depok,” ujar ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo kepada Radar Depok, Minggu (22/12).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini penduduk Kota Depok berjumlah 2.330.333 jiwa. Dengan perbandingan 1.173.102 laki-laki dan 1.157.231 perempuan.

Sebagai kota yang bersebelahan dengan Jakarta, Depok mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya. Menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menciptakan kota yang aman dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat, dari aspek pendidikan,kesehatan, transportasi, ketersediaan lapangan kerja, hingga ketersediaan hunian.

“Tentunya kita ingin kota Depok yang nyaman, tidak membuat stress penghuninya, tamatan pendidikan kita bisa bersaing bahkan dengan mancanegara, warganya sehat semua.  Atas hal ini, kita senang jika ada warga yang mengingatkan. Anggota fraksi kami semua bekerja 24 jam sehari untuk menerima pengaduan,” tegas HTA, sapaannya.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini mengungkapkan, per Juli 2019, di kota Depok tercatat 1.079 orang yang terjangkit HIV AIDS yang tersebar di 11 kecamatan. Angka yang tinggi meski tidak bisa dibandingkan dengan jumlah penduduk keseluruhan di kota ini. Perlu menjadi perhatian guna memastikan perlindungan kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Di hari ini kita juga melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV AIDS, melalui perangkat kepengurusan partai mulai tingkat kecamatan hingga tingkat RW,” ujar HTA.

Ia juga mengingatkan,orang dengan HIV AIDS haruslah dirangkul, bukan dimusuhi. Justru, harus diberikam motivasi dan semangat untuk melanjutkan hidup, salah satunya dengan tertib berobat.

Selain itu, ia mengajak warga Depok untuk pro aktif memeriksakan kesehatan diri di organisasi layanan kesehatan. “Kita yang sehat juga harus pro aktif memeriksakan diri, bisa di Puskesmas, klinik terdekat atau melalui mobile VCT yang memang dilakukan secara periodik,” tegasnya.

Sementara, Bidang Perempuan dan Anak DPC PDIP Kota Depok, Sahat Farida Berlian mengatakan, meski telah menyabet penghargaan kota layak anak kategori Nindya, namun pada kenyataannya, lingkungan layak anak masih jauh api dari panggang. Begitu juga gambaran kota yang ramah bagi perempuan dan lansia.

Perempuan di kota Depok dihantui oleh pelecehan seksual dan ketidakamanan di ruang publik. Begitu juga potensi pelecehan seksual yang dialami oleh siswa di sekolah, baik oleh teman sebayanya, maupun oleh orang dewasa.

“PDI Perjuangan aktif dalam merespon laporan pelecehan seksual yang dialami warga Depok, kami juga mendampingi mulai konseling healing bahkan peradilan,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu