Beranda Satelit Depok Mencicipi Bir Pletok Ala Djiyanto : Resep 18 Rempah Rahasia, Hasilkan Jutaan Rupiah

Mencicipi Bir Pletok Ala Djiyanto : Resep 18 Rempah Rahasia, Hasilkan Jutaan Rupiah

0
Mencicipi Bir Pletok Ala Djiyanto : Resep 18 Rempah Rahasia, Hasilkan Jutaan Rupiah
SEMANGAT : Owner bir pletok Cap Kopeah Bang Dji'an, Djiyanto (46) saat mengisi bazar di wilayah Jatijajar, Kelurahan setempat. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
Boks bir peletok
SEMANGAT : Owner bir pletok Cap Kopeah Bang Dji’an, Djiyanto (46) saat mengisi bazar di wilayah Jatijajar, Kelurahan setempat. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Dengan niat melestarikan budaya Betawi, Djiyanto (46) menjual bir pletok dengan resep yang didapat dari orang tuanya. Dengan 18 rempah rahasia, produknya dicicipi sampai ke Serambi Mekah dah Lampung.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Bir pletok merupakan minuman tradisional khas Betawi yang menyegarkan serta menyehatkan. Meski menggunakan kata “bir,” tetapi bir pletok ini tidak memabukan dan sama sekali tidak mengandung alkohol.

Bir pletok, justru terbuat dari rempah-rempah tradisional yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti, jahe, lada dan rempah lainnya. Berniat melestarikan budayanya sendiri, Djiyanto pria berusia 46 tahun ini, memproduksi bir pletok.

Ia mencoba meracik sendiri dengan 18 rempah rahasia yang didapat dari orang tuanya, ia mencoba usaha sejak tahun 2016. Awal usaha, ia menjajakan bir pletok buatannya dengan keliling menggunakan gerobak. Setelah 2017 ia mulai mengikuti berbagai kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Mulai dari situlah, usahanya menjadi lebih terarah.

Tidak mudah puas dengan apa yang sudah ia hasilkan, di akhir 2017 ia mencoba berinovasi dengan membuat bir pletok yang berbentuk serbuk dengan kemasan sachet.

“Kita mencoba memberikan inovasi dengan membuat bir pletok dengan berbentuk serbuk. Sehingga, pembeli dapat menentukan sendiri mau di di seduh menggunakan air hangat ataupun air dingin,” ucapnya.

Kemasan ini, sengaja ia buat agar mudah dibawa kemanapun dan dengan harga yang lebih terjangkau. Bapak dua orang anak ini, memproduksi di rumahnya, Kampung Jatijajar RT 03/03, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos.

“Kami memproduksi setiap hari untuk kemasan yang botol, tetapi untuk yang sebuk dengan kemasan sachet kita hanya produksi setiap ada pesanan dan bazar saja,” jelasnya.

Untuk omset, ia mampu mengantungi hingga jutaan rupiah dalam setiap bulannya. HARga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, untuk kemsana botol 250 ml dibandrol dengan harga Rp 10 ribu, sedangkan kemasan sachet dijual dengan harga Rp 4 ribu saja. Sudah murah, tetapi menyahatkan.

Tentu ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pencinta bir pletok. Dengan ketekunan dan kesabarannya, saat ini penjualan bir pletok miliknya tidak hanya seputar Jabodetabek saja, tetapi sudah mencapai Aceh dan Lampung.

Djiyanto juga berharap, agar minuman tradisional khas Betawi ini dapat terus eksis dan diminati oleh seluruh kalangan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)