komunitas faji depok sungai ciliwung
GIAT BERLATIH : Anggota FAJI Kota Depok sedang melakukan kegiatan latihan rutin di sungai Ciliwung. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
komunitas faji depok sungai ciliwung
GIAT BERLATIH : Anggota FAJI Kota Depok sedang melakukan kegiatan latihan rutin di sungai Ciliwung. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Depok adalah wadah bagi pecinta olahraga arung jeram di Depok. Di dalam organisasi tersebut sudah melahirkan beberapa atlet olahraga arung jeram, yang siap mengharumkan Kota Depok di kancah Nasional.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Di basecamp FAJI Depok, berlokasi di bawah kolong Tol Desari, Kelurahan Kemirimuka, Beji. Tampak beberapa orang sedang mengecat helm menjadi warna merah. Sekitar delapan helem yang tadinya hitam, disulap menjadi beragam warna dengan menggunakan alat pewarna.

Tak jauh dari tempat mengecat helem, terdapat beberapa rangkaian bingkai foto yang melukiskan berbagai momen kegiatan FAJI, serta sebuah tenda berukuran sedang.

Basecamp FAJI seakan terbagi dalam dua bagian ruangan terbuka yang berada di bawah kolong Tol Desari. Ada bagian atas berupa sebuah lahan kosong yang lantainya dipelur semen. Dan dibuatkan dua buah meja  tempat duduk, sehingga melahirkan suasana yang asri.

Lalu pada bagian bawah tak jauh berbeda. Di sana juga permukaan lantainya sudah dibeton dan diratakan. Tempat ini menjadi tempat menaruh perahu karet dan perlengkapan arung jeram, hingga menjadi tempat bersantai dan beristirahat para atlet arung jeram.

Tak  lama berselang, muncul seorang pria berkulit sawo matang dengan rambut ikal gondrongnya menyapa dari atas tangga. Dia adalah Dayat, Ketua FAJI Kota Depok.  Dayat yang turun dengan membawa secangkir kopi hitam di tangan kanannya, duduk di kursi semen.

Sesudah beramah tamah, dia mulai menceritakan awal berdirinya FAJI Kota Depok, hingga beberapa prestasi yang cukup mentereng yang diraih FAJI Kota Depok. Pertama–tama, dia menceritakan FAJI Depok dibentuk pada tahun  2017 silam. Latar belakang berdirinya tak lain karena di Depok sebelumnya belum memiliki kepengurusan FAJI. Padahal, Depok memiliki banyak sungai potensial yang sangat mendukung kegiatan olahraga FAJI, khususnya di sungai Ciliwung.

“Alhamdulilah pada tahun 2018 pengurusan resminya bisa terbentuk,” kata Dayat.

Selain itu, katanya, di sungai Ciliwug ini juga terdapat banyak relawan yang tergabung dalam berbagai komunitas yang peduli akan sungai Ciliwung. Seperti Sahabat Ciliwung, Kancil, KP2D, Komunitas Sahabat Ciliung Cilawet, dan Ciliwung Rescue Community. Ada juga Mahasiswa Pecinta Alam seperti Mapa Gunadarma, Mapala UI dan organisasi yang lain seperti Climbing Club dan I-deru  yang mendorong terbentuknya FAJI Kota Depok.

“Kami berfikir relawan kami harus punya prestasi dan punya masa depan yang baik. Gak melulu kegiatan mulung sampah atu tanam pohon saja. Dengan bermodalkan perahu titipan dari Pemerintah Kota Depok kami tawarkan para relawan Ciliwung untuk berlatih arung jeram. Alhamdulilah sampai sekarang mereka konsisten dan semangat berlatih, “ ujarnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)