sengketa pasar kemirimuka dukungan
DITOLAK PEDAGANG : Warga melintas di dekat spanduk penolakan pedagang mengenai eksekusi pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
sengketa pasar kemirimuka dukungan
DITOLAK PEDAGANG : Warga melintas di dekat spanduk penolakan pedagang mengenai eksekusi pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok terus berupaya mengabil haknya yang terus diklaim PT Petamburan Jaya Raya. Saat ini tanah milik Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji masih sengit direbutkan. Sampai-sampai, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Sofyan Djalil mendukung Pemkot Depok menuntaskan permasalahan tersebut.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana mengaku, tidak mau melepaskan begitu saja lahan Pasar Kemirimuka. Dia akan terus berupaya, menempuh jalur hukum yang sudah ditetapkan. “Kalau masih ada celah pasti akan kami pertahankan,” kata Nina kepada Radar Depok, Rabu (11/12).

Saat ini, kata NIna masih menempuh jalur hukum. Sejak awal memang PT Petamburan Jaya Raya tidak mau menepati janji. Meskipun mereka yang membebaskan lahan untuk di bangun pasar. Tapi ada SK gubernur yang mewajibkan pengembangan menyerahkan kembali ke pemerintah.

“Mereka bisa membebaskan lahan berdasarkan SK gubernur, setelah dibangun, kemudian dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan diserahkan kembali ke Pemkot,” jelas Nina.

Tapi menurutnya, hingga kini PT PJR malah cuek, bahkan mengklaim bahwa tanah tersebut miliknya. Meski demikian pihak Pemkot Depok masih terus berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Sofyan Djalil.

Ada upaya mediasi antara PT PJR dengan Pemkot, namun upaya tersebut juga belum disepakati kedua belah pihak. “Kami masih komunikasi dengan pak Menteri, pada dasarnya pak menteri mendukung, tapi pihak PT PJR belum mau bermediasi,” tegas Nina. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)