Oleh : Endra Mardhani

 

“D…A.. DA, P…U.. PU, tambah R… Jadi bacanya Dapur…”

Begitulah anak-anak merdeka (anak jalanan) lampu merah Ambengan, Surabaya belajar membaca. Tak hanya bersuara, mereka juga menggerakkan tangan menunjuk deretan huruf untuk mempermudah membaca.

Tidak hanya belajar baca, mereka juga diajarkan berhitung. Baik itu perjumlahan, pengurangan, hingga perkalian.

Minggu itu, 15 Desember 2019, aktivitas rutin belajar-mengajar berlangsung setiap akhir pekan di pelataran jalan Ambengan Surabaya. Sekitar 35 anak merdeka begitu antusias menggali ilmu dari kakak-kakak relawan HORE Community. Mereka berhitung dan membaca dengan semangat agar menjadi yang tercepat.

Sejak beberapa bulan terakhir mereka belajar di setiap hari minggu. Progres kemampuan baca dan berhitung mereka menunjukkan kemajuan signifikan.

Sebagian besar dari puluhan anak merdeka ini terpaksa menggugurkan cita-cita dan impiannya hanya karena harus menghabiskan waktu di jalanan demi mengais rezeki untuk kebutuhan sehari-hari.

Ada yang bekerja sebagai pengamen, penjual asongan, penjual koran, ojek payung, atau yang lainnya.

Sebetulnya semangat belajar mereka begitu tinggi. Intelektual dan kemampuan menyerap ilmu mereka pun tak kalah dengan anak-anak ‘normal’ lainnya. Bukan kemauan anak-anak ini melakoni kerasnya hidup di jalanan. Faktor himpitan ekonomi yang memaksa mereka tak mampu melanjutkan pendidikan formal.

Pada kesempatan itu juga HORE Community bersama Komunitas Malaikat Tanpa Sayap (MTS) menyerahkan donasi berupa paket alat tulis, tas sekolah, perlengkapan mandi, susu, dan meja lipat.

Pemberian donasi ini merupakan bagian dari kegiatan sosial ‘HORE Bersama Sahabat’ dengan memanfaatkan donasi yang dikumpulkan dari sejumlah donatur.

HORE atau Hope of Relationship and Empathy yang digagas oleh Novie Indravati, Nyemas Uci, Dewi Firdana, Tri Rutantiningsih, dan Vita Emalia ini merupakan komunitas sosial non profit yang berfokus pada upaya meningkatkan rasa empati dan simpati masyarakat untuk saling membantu memberi harapan dan kekuatan terhadap sesama yang membutuhkan.

Tak hanya membantu anak-anak merdeka, Sejak berdiri pada 2017 lalu, relawan HORE Community juga hadir memberikan dukungan moril serta bantuan kebutuhan dasar keluarga dengan anak penderita kanker maupun penyakit beresiko tinggi lainnya, khususnya bagi mereka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Novie, salah satu Founder HORE Community, hal yang memotivasinya memberi harapan kepada anak-anak merdeka dengan segala keterbatasannya adalah keinginan mendampingi pendidikan bagi keluarga pra-sejahtera dan anak-anak yang masih beraktivitas di jalanan.

“Kami ingin memberi harapan bagi mereka yang belum banyak tersentuh oleh program pemerintah. Padahal mereka juga punya hak dan masa depan yang perlu terus didorong. Satu pesan kami untuk mereka, lanjutkan langkah kalian mencari ilmu,” tegas Novie lugas. (*)