MTS Al-Hidayah Sukatani Terapkan Ekskul Berkuda

In Pendidikan
ekskul berkuda MTs Al Hidayah
BERPRESTASI : Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al-Hidayah Sukatani, Kecamatan Tapos menerapkan ekstrakurikuler berkuda bagi para siswanya. FOTO : MTS AL-HIDAYAH FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al-Hidayah Sukatani, Kecamatan Tapos menerapkan ekstrakurikuler berkuda bagi para siswanya. Hal itu dilakukan guna mencari bibit-bibit kuda pembalap lokal, dan mencari joki muda berbakat.

Kepala Mts Al-Hidayah Sukatani, H. M. Arifin mengatakan, tujuan ekskul berkuda ini guna melaksanakan sunnah Rasulullah SAW. Kuda yang ikut pacu mulai dari kelas kuda mini hingga kuda besar jenis kuda Sandel.

“Ekskul berkuda kuda dapat menciptakan keberanian, ketegasan, sikap kecepatan dalam mengambil keputusan,” ucap Arifin kepada Radar Depok.

Dari hadist Nabi memerintahkan untuk berkuda karena dengan berlatih berkuda seseorang akan belajar dan mengerti apa artinya memimpin diri sendiri juga memimpin orang lain. Karena dengan berlatih berkuda seseorang akan mengerti betapa pentingnya keseimbangan. Akan belajar mengenai relevansi. Berlatih berkuda dalam hal ini bukan hanya berolahraga dengan kuda melainkan semua kegiatan yang berkaitan dengan kuda.

“Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk mengajarkan berenang, memanah, dan berkuda kepada anak-anaknya. Ya, memang permainan itulah yang diperintahkan beliau,” terangnya.

Sementara itu Pembina Ekskul Berkuda, Rony Hamsyah mengatakan, dalam hadits Nabi disebutkan Setiap sesuatu tidak termasuk mengingat Allah, ia merupakan permainan yang sia-sia, kecuali empat hal: seorang lelaki yang berjalan diantara dua tujuan (untuk memanah), melatih kuda, bermesraan dengan keluarga, dan mengajarinya berenang. (H.R. At Thabrani)

“Untuk bisa berkuda dengan baik dan benar, butuh latihan dan komitmen yang kuat. Biasanya, komitmen sulit dibangun pada anak-anak yang tadinya tertarik dengan olahraga berkuda, lantaran membutuhkan kesabaran dan ketelatenan,” terang Rony.

Ia pun menyontohkan, apabila seseorang akan memandikan hewan peliharaan, katakanlah seekor kuda, di sungai, maka apa yang dilakukan orang itu pertama kali? Ya, pasti seseorang itu akan menuntun kudanya terlebih dahulu ke sungai. Dalam keadaan yang seperti itu, secara tidak langsung kita telah menjadi pemimpin, menjadi leader atas kuda kita.

“Seorang pemimpin, seorang guru, seorang yang mempunyai bawahan, harus terlebih dahulu ‘ke sungai’.  Artinya dia harus menyontohkan dahulu apa yang harus dilakukan oleh bawahannya. Seorang guru harus menyontohkan dahulu kepada anak didiknya. Itulah yang disebut hukum relevansi.

Diketahui, belum lama ini ada tiga kuda yang dipakai ekskul di sekolah tersebut telah berprestasi pada Kejuaraan Daerah Pacuan Kuda Tahun 2019 Piala Gubernur Jawa Barat, yang berlangsung di Tanjung Sari Sumedang. Yaitu Kuda Bintang Kecil Juara 3, Kuda Ijah Juara 2, dan Kuda Jackson Juara 3. (rd)

 

Jurnalis : Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu