Owner Cahaya Souvenir, Sri Wulandari : Jatuh Bangun Dirikan Bisnis Souvenir (2)

In Metropolis
pebisnis owner cahaya asesoris
INSPIRATIF : Owner Cahaya Souvenir, Sri Wulandari saat menunjukkan hasil produknya dalam acara Islamic Bookfair, di Balairung Kampus Universitas Indonesia (UI). FOTO : LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

 

Bisnis yang dijalani Sri Wulandari tak semuanya berjalan mulus, banyak tantangan dan rintangan yang ia hadapi. Mulai dari toko yang ia tempati kena sengketa, ditipu, hingga souvenir hasil diproduksinya tidak dibayar.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Dalam sebuah usaha, memang tak selamanya berjalan mulus. Pasti selalu ada lika-liku yang harus dihadapi. Begitupun usaha souvenir ala Sri Wulandari.

Suka duka yang ia jalani menjadikannya semakin semangat, berkembang dan senantiasa beryukur kepada Allah SWT. Pada saat mulai menempati toko baru, ia sudah dihadapkan dengan cobaan. Ternyata toko yang ia tempati bermasalah dalam sengketa, yaitu penyewa awal malah menyewakan lagi toko tersebut.

“Akhirnya, kami harus pindah saat itu juga, dalam kondisi sudah larut malam, kerjaan sedang banyak. Tetapi, pemilik toko tidak memberikan toleransi untuk kami,” ucap Sri berurai air mata.

Saat itu, barang dan mesin besar yang harus dibawa cukup banyak. Ia dan suami, saat itu sangat kebingungan, mau dibawa kemana barang sebanyak itu. Karena mereka tak punya pilihan lagi, akhirnya dibawalah barang tersebut ke rumah kontrakan berukuran 4×10 meter saja.

“Keadaan ini berjalan hampir dua pekan, di situ kami tidak ada pemasukan sama sekali. Kami pun bingung harus berbuat apa,” keluhnya.

Tak mau pasrah dengan nasib yang dijalaninya, ia berusaha bangkit dari keterpurukannya. Ia memulai lagi mencari toko baru, demi memulai semua dari awal. Akhirnya, ia mendapat toko tak jauh dari toko sebelumnya. Ia melihat target market cukup bagus di wilayah Margonda, selain berada di ruas jalan utama, juga berdekatan dengan beberapa kampus ternama.

Setelah iitu, dirinya mendapatkan toko baru. Walau keadaannya jauh labih sempit dari toko sebelumnya. Tapi baginya, itu bukanlah masalah, terpenting dirinya punya tempat kembali membuka usaha. Ujian yang ia hadapi tak sampai di situ saja, banyak hal lain yang dialami nya, mulai dari ditipu, produk yang dibuat tidak dibayar serta kesalahan produksi.

“Itu semua menjadi tamparan keras bagi saya, untuk selalu berfikir dan belajar dari setiap kegagalan dan kesalahan kesalahan yang kami lakukan, saya percaya kalau Allah sayang kepada saya,” jelasnya.

Tetapi dirinya harus bangkit kembali dari kegagalan-kegalan yang dialami. Kesedihan yang mendalam pasti ia rasakan. Namun, dirinya mempunyai tekad yang kuat untuk terus melanjutkan hidup dan melanjutkan usahanya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Minggu (19/04) Tambah 327 Positif Korona, Berikut Penyebarannya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah mengumumkan penambahan kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia. Per Minggu

Read More...

Mobile Sliding Menu