Beranda Satelit Depok Pekerjaan Drainase di Jalan Abdul Gani Disoal

Pekerjaan Drainase di Jalan Abdul Gani Disoal

0
Pekerjaan Drainase di Jalan Abdul Gani Disoal
DITUTUP : Pekerjaan saluran crossing di Jalan Abdul Gani Raya, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, sedang proses pekerjaan. Warga dihimbau menghindari jalan tersebut hingga 20 Desember mendatang. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
penutupan jalan abdul gani
DITUTUP : Pekerjaan saluran crossing di Jalan Abdul Gani Raya, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, sedang proses pekerjaan. Warga dihimbau menghindari jalan tersebut hingga 20 Desember mendatang. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Proyek saluran air atau drainase di Jalan Abdul Gani Raya disoal warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut dinilai tidak rapi dan membuat kemacetan panjang di salah satu jalur utama di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong.

Seperti yang dituturkan salah satu karyawan minimarket di jalan tersebut, Sarifudin mengatakan, selama pekerjaan tempat kerjanya sampai tertutup material tanah dan mengganggu pengendara yang melintas di Abdul Gani Raya.

“Saya emang nggak tahu apa-apa, tapi jangan sampe berantakan begini. Setiap pagi di sini pasti macet panjang karena satu arah di pake buat material,” kata Sarifudin saat dijumpai Radar Depok.

Belum lagi akses menuju parkiran tempat kerjanya yang tertutup material. Sehingga, membuat warga urung ke tempatnya dan menurunkan omset selama sepekan.

“Sekarang ditambah lagi, di dekat perum PGRI ditutup, mau di pasang saluran juga. semakin macet, apalagi tidak ada arah rakayasa jalan bagi pengendara,” jelas Sarifudin.

Tidak adanya papan informasi juga dinilai warga sekitar pelaksana tidak mampu bekerja secara cepat dan professional, hal ini terlihat dari cara kerja yang berdampak merugikan pelaku usaha maupun pengendara.

“Kalau hujan pasti tanah merah semua, kalau siang debu tanah merahnya kemana-mana,” ungkapnya.

Sementara, Ketua LPM Kalibaru Burhanudin menampik bahwa kegiatan tersebut tidak prosefional, menurutnya semuanya masih dalam kategori batas yang wajar.

“Kalau tidak salah batas akhirnya sampai tanggal 20 Desember, semoga saja terkejar sampe penyelesaian. Tapi tetap harus teliti dan disiplin soal ketentuan yang diharuskan,” papar Abuy sapaan akrabnya.

Abuy kembali menjelaskan belum digarapnya pekerjaan tersebut karena box saluran air belum kunjung datang akibat mengalami sedikit kendala.

“Aturan kemariun sudah mulai diturunkan box nya tapi kata Rian pengawas lapangan ada masalah jadi rencananya mala mini box dikirim dan akan dikerjakan,” jelasnya.

Dalam hal ini ketika pelaksana tidak mempu menyelesaikan pekerjaan diwaktu yang ditentukan, pelaksana wajib terkena denda keterlambatan 1 mili/1000 dikalikan nilai kontrak setelah menemukan kesepakatan perpajangan waktu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)