pelebaran jalan KSU
SUDAH DIPERBAIKI : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan KSU Raya, Kecamatan Sukmajaya yang telah diperbaiki, Jumat (20/12). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
pelebaran jalan KSU
SUDAH DIPERBAIKI : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan KSU Raya, Kecamatan Sukmajaya yang telah diperbaiki, Jumat (20/12). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Intervensi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat senilai Rp17 miliar lebih untuk pelebaran Jalan KSU Kota Depok diharapkan dapat meningkatkan perekonomian.

Seperti yang disampaikan Anggota DPRD Jabar, H.M Hasbullah Rahmad, dirinya berharap agar pelebaran jalan provinsi dari Thole Iskandar hingga Pondok Rajeg tersebut tidak sekedar demi kelancaran dan mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, tetapi juga menumbuhkan perekonomian baru di sepanjang jalur tersebut.

“Itu yang saya harapkan, ada perekonomian yang tumbuh disana,” kata Hasbullah kepada Radar Depok, Jumat (20/12).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, jika Jalan KSU memiliki potensi untuk dijadikan daerah perekonomian baru yang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Depok.

“Sebab, jalan tersebut banyak dilalui kendaraan, dan menjadi jalur alternatif bagi warga Bogor yang hendak ke Jakarta demikian juga sebaliknya,” papar Bang Has, sapaannya.

Sehingga, sambung Ketua Badan Kehormatan DPRD Jabar ini, perlu disambut, baik pemangku kebijakan maupun warga sekitar untuk dijadikan jalur kuliner, seperti halnya di Jalan Raya Margonda.

“Margonda sudah cukup padat, di jalur ini bisa tumbuh menjadi daerah perekonomian atau kuliner baru di Kota Depok,” tuturnya.

Kendati demikian, lanjut Bang Has, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk Kota Depok dalam menghadapi tantangan kedepan. Sehingga, sebagai Anggota Komisi IV DPRD Jabar, ia berkomitmen untuk memfasilitasi dan menjembatani kebutuhan Kota Sejuta Maulid lewat jalur legislatif.

“Untuk Depok lebih dari Rp900 miliar digelontorkan dari APBD 2020 Jabar, jumlah tersebut didapat dari beberapa pos anggaran, seperti bagi hasil pajak Rp602 miliar dan bantuan keuangan Rp70 miliar,” terangnya.

Menurutnya, dari bagi hasil pajak, Kota Depok mendapat suntikan data cukup besar untuk menata wilayahnya. Sehingga, diharapkan pada 2020, capaian retribusi dan pajak di Depok dapat ditingkatkan lagi.

Sedangkan, di sektor infrastruktur, kata Bang Has, ada beberapa pembangunan fisik yang muaranya untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian Kota Depok, seperti revitalisasi Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug, Cimanggis senilai Rp81 miliar

“Kemudian, pembangunan underpass Jalan Dewi Sartika Rp56 miliar,” katanya.

Peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM), Depok mendapatkan sentuhan ABPD Jabar untuk pembangunan SMA Negeri 14 dan SMK Negeri 4 Rp16 miliar. Selain itu, bantuan Pendidikan Menengah Universal (PMU) senilai Rp24, 5 milliar, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Rp43,7 miliar.

“Juga ada bantuan untuk SMA/SMK swasta Rp26,8 miliar,” ujarnya.

Bang Has menambahkan, bagi warga yang tidak mampu, khususnya untuk memenuhi salah satu kebutuhan primer mereka, yakni papan, Jabar juga menggulirkan program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) 360 unit.

Ia pun berharap, agar sentuhan APBD Jabar tersebut dapat membawa manfaat positif bagi warga dan infrastruktur Kota Depok agar makin baik. “Semoga anggaran dan pembangunan ini bisa dikawal serta maksimal realisasinya di 2020 mendatang,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)