PERHATIAN: Pembangunan turap dengan cara dicor (betonisasi) di KCB Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Foto : Ami/Radar Depok
ILUSTRASI. RADAR DEPOK

 

Saat ini ratusan infrastruktur sedang dikebut. Salah satunya proyek turap samping Masjid Al Maghfiroh Jalan Raya Meruyung, RT1/5, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. Seperti apa hasilnya. 

Laporan : Christine Natalia Hermawan

RADARDEPOK.COM – Pagi kemarin matahari masih malu-malu memancarkan sinarnya. Puluhan pekerja sibuk menggali tanah untuk dijadikan turap di RT1/5 Kelurahan Meruyung, Limo. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Supian Derry meminta, kepada pemborong proyek turap samping Masjid Al-Maghfiroh, agar mengerjakan pembangunan proyek sesuai bestek.

Menurutnya, beban tanah yang dibangun turap sangat berat, lantaran dekat dengan konstruksi bangunan Masjid Al Maghfiroh. Turap itu sangat berdekatan dengan Masjid, sudah pasti beban turap akan sangat berat. “Jika konstruksi turap tidak kuat maka turap akan gampang rubuh,” kata Supian Derry.

Lurah Meruyung, Lukman Zaelani meminta, kepada jajaran LPM untuk memperhatikan pengerjaan Proyek fasilitas umum di wilayah Meruyung, tak terkecuali proyek Turap Al Maghfiroh.

“Saya sudah bicara dan minta tolong kepada Ketua LPM, untuk mengawasi semua proyek yang dibiayai pemerintah. Agar dikerjakan sesuai RAB sehingga memiliki daya tahan optimal,” kata Deden sapaannya.

Deden memastikan, realisasi perbaikan fasilitas umum, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dia meminta kepada warga Meruyung mendukung segala bentuk pembangunan. Dengan cara menunaikan kewajiban membayar pajak terutama pajak bumi dan bangunan.

“Biaya pembangunan berasal dari uang rakyat yang dikumpulkan sari pajak, kalau pembayaran pajak lancar, maka pembangunan juga akan lancar,” tutup Deden. (*)

 

Editor : Pebri Mulya