muscab PTMSI olahraga pengurus
MUSCAB : Ketua Koni, Pimpinan Muscab PTMSI, Ketua PTMSI Kota Depok, Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Barat, dan para peserta Muscab PTMSI Kota Depok foto bersama menjelang dibukanya Muscab yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Koni Kota Depok, Jalan Gelatik Raya No.1, Kecamatan Pancoranmas, Depok. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS P/RADAR DEPOK
muscab PTMSI olahraga pengurus
MUSCAB : Ketua Koni, Pimpinan Muscab PTMSI, Ketua PTMSI Kota Depok, Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Barat, dan para peserta Muscab PTMSI Kota Depok foto bersama menjelang dibukanya Muscab yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Koni Kota Depok, Jalan Gelatik Raya No.1, Kecamatan Pancoranmas, Depok. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS P/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Depok, Pancoranmas mengalami kendala. Pasalnya beberapa peserta yang datang protes tidak bisa memberikan hak suara karena belum terdaftar secara resmi menjadi bagian dari PTMSI.

Sebagaimana data yang diperoleh, dari data PTMSI, hanya 6 pengurus cabang yang terdaftar dari 34 PTMSI yang ada di Kota Depok. Bagi yang belum terdaftar, tidak memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Hanya memperoleh hak suara. Setelah melalui perdebatan panjang dan usulan-usulan yang tidak bisa direalisasikan karena bertentangan dengan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sebagian besar peserta menunjukkan kekecewaan dengan keluar dari ruang muscab.

“Kami tidak akan menunda dan tetap melanjutkan musyawarah meskipun yang tersisa hanya sedikit,” ujar Ketua Pelaksana Muscab PTMSI, Asep Hernawan.

Pengurus PTMSI Jawa Barat, Dikdik Ahmad mengatakan, dengan kondisi yang seperti ini maka berharap kedepannya PTMSI Kota Depok dapat mencari solusi dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik, kalau perlu yang masih berusia dini.

“Saya berharap agar PTMSI kedepannya bisa mengelola sdm untuk atlet tenis meja yang aktif sejak usia dini dengan cara memperbanyak event disekolah-sekolah. Selain itu juga harus bisa memilih pengurus yang berdedikasi tinggi yang berupaya membangun PTMSI Kota Depok agar menuai prestasi,” ungkapnya.

Ahmad mengatakan, selain kedua hal tersebut, pemilihan pelatih juga harus diperhatikan. Mencari yang berkualitas dan yang masih mampu mengajar. Dikdik juga mengimbau para peserta Muscab sama-sama dapat memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang timbul kemudian melaksanakannya secara bersama-sama.

Senada dengan Dikdik, Ketua Koni Kota Depok, Amri Yusra berharap PTMSI Kota Depok dapat menyumbangkan satu emas dan masuk peringkat 10 besar pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2022. Untuk tugas Koni disini melakukan pembinaan pada cabang-cabang olahraga dibawah Koni yaitu termasuk salah satunya adalah PTMSI.

“Koni terus memberikan dukungan dan harapan agar tenis meja Kota Depok dapat menyumbang satu emas menjelang porda 2022 dimana menargetkan PTMSI untuk masuk 10 besar.” terangnya.

Amri menegaskan, tekad KONI adalah melakukan pembinaan atlet tanpa pemain dari luar daerah maupun dari luar negeri. Hal tersebut berlaku untuk semua cabang olahraga di bawah Koni.

“Prestasi tidak dicapai dengan mudah, perlu SDM yang memadai dan berkompeten, baik peserta, pengurus, dan pelatih,” tutup Amri. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya