DEPOK – Menghadapi era revolusi industri 4.O, pemuda di Indonesia, khususnya di Kota Depok harus memiliki daya saing dan menguasai teknologi informasi agar tidak tergilas zaman dan tertinggal oleh negara lain.

Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya mengatakan, saat ini Kaum muda harus mampu bersaing dan menguasai teknologi informasi, kuncinya adalah berusaha dan mendapatkan sentuhan dari pemerintah untuk melatih skill dan keterampilan mereka.

“Sudah harus mengupgrade kemampuan, jika tidak, kita akan tergilas oleh zaman, karena tidak bisa mengikuti perkembangannya. Terlebih, saat ini memasuki era revolusi industri 4.0,” kata Rizki kepada Radar Depok, Jumat (27/12).

Politikus muda Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menegaskan, tidak hanya pemuda saja, tetapi seluruh sektor, khususnya bagi pelaku UMKM yang baru merintis ataupun yang sudah eksis dengan produk-produk unggulan mereka.

“Revolusi Industri 4.0 itu lebih kepada pemanfaatan teknologi informasi, jadi di sektor manapun harus menguasai, seperti UMKM yang semula menawarkan produk dari toko ke toko di tiap pasar, kini hanya menggunakan smartphone, mereka bisa memasarkan produknya di situs jual beli online,” paparnya.

Sehingga, untuk mengikuti perkembangan zaman, sudah harus dilakukan upgrade skill dan kemampuan, baik belajar secara otodidak dengan berbagai sumber yang kredibel, maupun adanya sentuhan dari pemerintah untuk membuat program pelatihan dan pembinaan.

“Dengan demikian, pemuda dan UMKM kita tidak akan tertinggal serta memiliki daya saing, sudah siap menghadapi revolusi industri 4.0,” ucap wakil rakyat Dapil Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini. (cky)