Pisang Raja, Serupa Tapi Tak Selalu Sama

In Ruang Publik

 

 

Oleh:

Dina Anggraeni

Shafira Rizka Amani

Sonya Putri Utami

Kristine Wanasita

Resa Permata Sari

Rivani F.H

 

PISANG Pisang merupakan buah yang paling banyak diproduksi Indonesia. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi buah ini pada 2015 mencapai 7,29 juta ton. Buah ini merupakan salah satu komoditas buah unggulan Indonesia. Luas panen dan produksi pisang selalu menempati posisi pertama.

Pada tahun 2002 produksinya mencapai 4.384.384 ton (BPS, 2003) dengan nilai ekonomi sebesar Rp6,5 triliun. Produksi tersebut sebagian besar dipanen dari pertanaman kebun rakyat seluas 269.000 ha. Di samping untuk konsumsi segar beberapa jenis pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang misalnya industri kripik, sale, dan tepung pisang.

Macam Varietas Pisang

Indonesia adalah salah satu pusat keanekaragaman genetik pisang. Pisang Raja merupakan varietas pisang lokal yang dibudidayakan untuk kepentinganekonomi di Indonesia, terutama di Jawa. Ada banyakkultivar Pisang Raja yang ditemukan di pulau Jawa dengan berbagai macam nama lokal yang berbeda di tiap daerah. Akibat pemberian nama yang berbeda ini mengakibatkan permasalahan identifikasi taksonomi dan pengelompokan pisang dalam dunia biologi.

Penggunaan nama lokal yang berbeda di setiap daerah adalah masalah dalam nomenklatur taksonomi pisang raja. Sebagai contoh, pisang raja bulu juga dikenal sebagai raja madu di Jember, raja KUL, raja Talun di Pasuruan dan Probolinggo, raja Pakak, raja Sepet di Pasuruan, dan raja sajen juga raja Talun di Malang (Hapsari et al., 2017).

Penamaan berbagai jenis pisang sering dilakukan dengan cara konvensional melalui dari tampak luar (morfologi) ataupun letak geografis dan lain-lain. Banyak masyarakat umum yang mengira bahwa pisang raja di setiap daerah di Indonesia ini sama, padahal memiliki genetik yang berbeda. Dengan berkembangnya teknologi, cara konvensional jarang digunakan oleh para peneliti. Peneliti mulai menggunakan DNA dari spesies (pisang) untuk  pengelompokkan jenis pisang.

Dengan teknik ini pisang raja dari berbagai daerah dapat diketahui persamaan dan perbedaannya. Analisis DNA ini dapat mengelompokan berbagai varietas pisang raja dari beberapa daerah di Indonesia secara lebih akurat. Dengan analisis DNA ini dapat menunjukan bahwa berbagai jenis pisang di Indonesia, seperti pisang  raja bali, pisang raja bandung, pisang raja delima, pisang raja kisto, pisang raja gareng, pisang raja jambe, pisang raja kriyak, pisang raja madu, pisang raja sereh, pisang raja seribu, pisang raja kutuk, pisang raja lini, dan pisang raja brentel memiliki keanekaragaman genetik yang tinggi.

Hasil klasifikasi melalui DNA

Berdasarkan analisis kesamaan genetik yang dilakukan pada 13 kultivar Pisang Raja di Pulau Jawa, diperoleh hasil bahwa Pisang Raja Bali dan Raja Seribu memiliki kesamaan genetik yang rendah. Sedangkan Pisang Raja Kutuk dan Raja Brentel memiliki kesamaan genetik yang tinggi.

Pisang Raja Bandung, Pisang Raja Kisto, Raja Gareng, dan Pisang Raja Delima memiliki kesamaan genetik yang dekat; Pisang Jambe, Pisang Kriyak, Pisang Kutuk, Pisang Brentel memiliki kesamaan genetik yang dekat; Pisang Raja Seribu; Pisang Raja Lini, Pisang Monyet, Pisang Klutuk Wulung memiliki kesamaan genetik yang dekat; Pisang Raja Madu dan Raja Sereh memiliki kesamaan genetik yang dekat; Pisang Raja Bali memiliki kesamaan genetik yang rendah dengan jenis Pisang Raja manapun. (*)

 

*Artikel ini merujuk pada Jurnal karya Probojati, R.T., Didik W., Lia H. (2019) Clustering Analysis and genome Inference of Pisang Raja Local Cultivars (Musa spp.) from Java Island by Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) Marker.

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu