pradi berburu kobra di beji
PEDULI : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna melakukan kerja bakti, di lingkungan RW5, Kelurahan/Kecamatan Beji, Jumat (20/12). Kegiatan ini sebagai bentuk dari maraknya kemunculan ular di Kota Depok. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
pradi berburu kobra di beji
PEDULI : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna melakukan kerja bakti, di lingkungan RW5, Kelurahan/Kecamatan Beji, Jumat (20/12). Kegiatan ini sebagai bentuk dari maraknya kemunculan ular di Kota Depok. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

DEPOK Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna kerja bakti bersama warga, di lingkungan RW5, Kelurahan/kecamatan Beji, Jumat (20/12) pagi. Langkah ini sekalian bentuk antisipasi kemunculan ular kobra, yang belakangan ini menghantui warga Kota Sejuta Maulid.

Ia mengatakan, kerja bakti memang biasa dilakukan setiap Jumat. Namun khusus kemarin, memang ditujukan untuk membersihkan semak-semak, khawatir ada sarang ular.

“Menjadi luar biasa ketika marak ditemukannya ular yang muncul di tengah-tengah pemukiman bahkan ditempat tempat yang kita anggap tidak mungkin,” ungkap Pradi kepada Radar Depok.

Dirinya mengimbau kepada seluruh warga untuk mulai peduli dengan lingkungan sekitar. Lebih-lebih bagi yang memiliki pekarangan. Khawatir menjadi sarang ular beracun seperti kobra. Aparatur di kecamatan dan kelurahan juga diminta aktif memperhatikan wilayahnya.

“Ular biasanya hidup di area perkebunan atau persawahan, namun seiring perkembangan zaman, keberadaannya mulai bergeser hingga ke pemukiman warga. Ini terjadi karena adanya ketidak seimbangan ekosistem,” terangnya.

Pradi menegaskan, kondisi ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah namun juga seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat. “Nah pada hari ini kita melibatkan banyak komponen, bersama-sama bisa dilihat berbagai tumpukan tempat yang kita sinyalir ada ular berkembang biak,” tandas dia.

Diketahui akibat fenomena ini, sedikitnya tujuh orang telah menjadi korban atas serangan ular beracun. Berdasarkan catatan sementara, dua korban diantaranya berusia anak-anak dan beruntung, seluruhnya selamat atas kejadian itu.

Atas kondisi ini, kata Pradi, Serum Anti Bisa Ular (SABU) disebar di sejumlah rumah sakit, mulai dari RSUD Kota Depok sampai ke Puskemas. Sejumlah rumah sakit swasta juga dipastikan memiliki stok juga.

Ia merincikan, di Gudang Farmasi Pemkot Depok tersedia 30 vial serum dan RSUD Kota Depok 20 vial. Kemudian sementara ini, dari 35 Puskesmas di Kota Depok, 33 diantaranya sudah tersedia SABU. Dua lagi : Puskesmas Tapos dan Cinere, masih dalam proses penyetokan.

“Dinas Kesehatan juga menyediakan,” ungkap Pradi.

Lalu untuk rumah sakit non pemerintah, kata Pradi, antara lain  Hasanah Grafa Afiah (satu vial), Melia (dua vial), Tugu (satu vial), Sentra Medika (lima vial), Mitra Keluarga (tiga vial), Bhakti Yudha (dua vial), RSUI (enam vial), lalu Citra Arafiq (empat vial). (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)