Sebelum SD Wajib PAUD Setahun

In Pendidikan
wajib paud setahun sebelum SD
PERATURAN BARU : Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin sedang menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Walikota Depok tentang Pelaksanaan Anak Usia Dini 1 Tahun Pra SD di Kota Depok, Jumat (27/12). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan menjadi skala prioritas di tahun 2020. Pasalnya, di tahun tersebut akan diterapkan Peraturan Walikota (Perwal) yang mewajibkan seorang anak untuk merasakan bangku PAUD selama satu tahun sebelum memasuki jenjang pendidikan SD.

Kasi PAUD di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Ika Rostika mengatakan, ini adalah turunan dari peraturan yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dimana, sebelum memasuki jenjang pendidikan SD, seorang anak harus mengikuti pendidikan di jen jang PAUD.

“Usia yang harus merasakan jenjang pendidikan di PAUD selama setahun, yakni 5-6 tahun. Sehingga, saat masuk ke jenjang SD sudah berusia lebih dari usia 6 tahun, sesuai dengan peraturan di PPDB, yang minimal menerima jenjang SD yakni 6 tahun,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (27/12).

Ika menjelaskan, sebelumnya Disdik Kota Depok hanya  memberlakukan hal tersebut dalam bentuk imbauan. Setelah akan munculnya Perwal tersebut, maka jadi ada landasan hukumnya untuk menjadikan satu tahun belajar di jenjang PAUD tersebut wajib.

“Di jenjang PAUD ada beberapa rumpun, diantaranya ada TK, RA, KB, Satuan PAUD  Sejenis (Pos PAUD, Taman Asuh Anak Muslim (TAAM), dan PAUD Alquran),  selain itu ada juga Day Care,” terangnya.

Sementara itu Kabid PAUD dan Dikmas, Satibi menuturkan, peraturan ini diharapkan bisa lebih mempersiapkan anak secara mental dan fisik untuk mengenyam pendidikan di jenjang  SD. Tetapi perwal tersebut baru akan berlaku pada tahun pelajaran 2020-2021. Sekarang ini, jumlah siswa PAUD di Kota Depok yang berada di dalam naungan Disdik (kecuali RA), ada 32.848 anak yang tersebar di 953 lembaga pendidikan.

“Nantinya mereka yang lulus akan mendapatkan Sertifikat Tanda Serta Belajar (STSB) yang dikeluarkan oleh Disdik Kota Depok, dan itu bekal untuk ke jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin menjelaskan, tentunya perwal ini harus ada kesepakatan antara jenjang PAUD dengan SD. Karena, nantinya SD di tahun ajaran 2021-2022 hanya menerima siswa yang memiliki STSB yang dikeluarkan dari Disdik Kota Depok.

“Dengan adanya peraturan ini, nantinya tidak ada lagi anak yang usia dibawah 6 tahun masuk ke jenjang SD. Sehingga, lebih teratur untuk mereka yang ingin bersekolah di jenjang SD dengan menunjukan STSB,” katanya.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Cinere, Marpuah menjelaskan, tentunya ini adalah kabar baik untuk lembaga PAUD, karena orang tua jadi wajib menyekolahkan anaknya terlebih dahulu ke PAUD sebelum masuk ke SD. Tetapi, tentunya ini harus ada komitmen dari berbagai pihak, dan harus terus disosialisasikan ke masyarakat.

“Karena bersifat wajib, harus bisa disosialisasikan ke seluruh masyarakat, jangan sampai ada masyarakat yang tidak tahu, dan anaknya tidak bersekolah di PAUD. Kami dari Himpaudi tentunya akan membantu mensosialisasikan hal tersebut,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu