Beranda Satelit Depok Sulap Sampah Plastik Jadi BBM

Sulap Sampah Plastik Jadi BBM

0
Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
BISA DITIRU : Karang Taruna (Katar) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo Depok, saat ini sedang mengembangkan kegiatan pemanfaatan sampah plastik. FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK
sulap sampah plastik jadi BBM
BISA DITIRU : Karang Taruna (Katar) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo Depok, saat ini sedang mengembangkan kegiatan pemanfaatan sampah plastik. FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hal positif seperti ini patut ditiru bagi anak muda. Karang Taruna (Katar) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo Depok, saat ini sedang mengembangkan kegiatan pemanfaatan sampah plastik. Menariknya, sampah yang susah dicerna tersebut bisa disulap menjadi berbagai macam bahan bakar minyak (BBM) melalui proses penyulingan dengan alat Pilrolisis.

Pengurus Katar Kelurahan Meruyung, Fiqi Maulana mengatakan, sudah beberapa kali melakukan uji coba membuat BBM dari sampah plastik. Dan hasilnya, BBM seperti minyak tanah, solar, premium, pertalite bahkan pertamax bisa dihasilkan dari proses penyulingan sampah plastik dengan menggunakan alat Pirolisis.

“Kami sudah mencobanya dan memang benar itu bisa dilakukukan dengan menggunakan alat pirolisis. Saya buat sendiri dan hanya dalam waktu kurang dari satu jam, sampah plastik bisa berubah menjadi seluruh jenis BBM. Sementara untuk uap yang mengalir saluran pipa paling tinggi bisa menjadi Gas,” kata Piqi Maulana kepada Radar Depok, Selasa (17/12).

Proses pembuatan BBM dan Gas dari sampah plastik, sangat sederhana. Yakni memasukan sampah plastik kedalam tabung Pirolisis, kemudian bagin bawah tabung dibakar, dan dari tabung  uap dialirkan ke kondensor. Dari Kondensor akan mengeluarkan cairan, cairan itu mengalir melalui pipa atau mirip dengan proses penyulingan. Nah itulah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihasilkan dari proses penyulingan tadi.

“Enggak sulit, dan semua orang juga bisa modalnya hanya rajin memilah dan mengumpulkan sampah plastik,” tegas Piqi.

Rencana pengembangan kreafitas Katar didukung penuh Lurah Meruyung, Kecamatan Limo, Lukman Zaelani. Lurah mengaku, itu bagus sekali. Bila anak anak katar bisa membuat alat dengan ukuran lebih besar. Maka, hasil penyulingan akan lebih banyak.

“Saya siap mendukung jika anak anak karang taruna ingin menekuni inovasi pembuatan BBM dari sampah plastik ini,” tutup lurah. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar : @akbar.fahmi.71

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)