Taman Baca Masyarakat Kedaung : Awal di Tempat Pembuangan Sampah, Kini di Aula Masjid (1)

In Metropolis
taman baca kedaung
CIKAL BAKAL : Kondisi awal TBM Kedaung sebelum berpindah lokasi ke Masjid Nurul Falah Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Membangun Taman Baca Masyarakat (TBM) Kedaung, di Kelurahan Kedaung butuh perjuangan dalam menghidupi literasi anak. Menggunakan lahan tempat pembuangan sampah, TBM Kedaung terus berkembang hingga mendapat kepercayaan masyarakat meningkatkan pendidikan anak.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Di aula Masjid Nurul Falah, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, terlihat sejumlah anak membaca buku. Tampak dari mereka melakukan interaktif dengan sesama anak lainnya. Orang dewasa yang menemani dan sesekali memberikan arahan kepada anak tersebut. Ditelisik, kumpulan anak tersebut merupakan anak didik dari TBM Kedaung.

Sambil memperhatikan anak membaca, Ketua TBM Kedaung, Baldan Fathullah mengatakan, melihat banyaknya anak ketergantungan bermain gawai atau handphone dari pada membaca buku. Membuat dia bersama Pengurus Himpunan Pemuda Kedaung Indah (HIPKI), membangun sebuah tempat anak untuk membaca. Sehingga di putuskan membuat TBM Kedaung. Menurutnya, TBM akan membuat anak gemar membaca dan menghidupkan literasi diwilayah Kedaung.

“Kami mendirikan TBM Kedaung pada 28 Oktober 2017,” ujar Baldan sambil sesekali memberikan arahan kepada anak.

Pria yang senang bermasyarakat tersebut mengungkapkan, awal berdirinya TBM Kedaung berada di bekas pos RW5 yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah. Baldan menilai, tempat tersebut sangat strategis karena berdekatan dengan jalan. Tidak hanya itu, tempat yang sebelumnya dijadikan pembuangan sampah. Dialihfungsikan menjadi tempat syarat makna dan menjadi pusat edukasi literasi, yang sederhana bagi masyarakat sekitar.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Baldan TBM Kedaung menemui kendala. Hal itu dikarenakan taman bacaan yang diharapkan berjalan dengan progres yang baik. Namun kenyataannya di luar dugaan. Hal itu disebabkan taman baca sedikit mengalami kerusakan dan kondisi tanah yang tidak lagi simetris serta nampak longsor. Atas kondisi tersebut membuat pihaknya merasa khawatir dengan kondisi TBM Kedaung.

“Terus terang kami merasa sedih dan belum lagi kondisinya semakin memprihatinkan,” terang Baldan.

Sejalan  dengan kalimat “Dimana ada kemauan pasti ada jalan”, hal tersebut yang mendasari pengurus TBM Kedaung berjuang. Hasilnya, TBM Kedaung mendapat kepercayaan dari masyarakat dan tokoh agama menyediakan tempat ruangan di salah satu aula Masjid Nurul Falah, sebagai pengganti tempat TBM Kedaung yang mengalami kerusakan.

Atas kepercayaan tersebut menambah semangat pengurus TBM Kedaung yang sempat pudar karena kondisi TBM Kedaung. Apalagi, tempat yang diberikan di aula Masjid Nurul Falah lebih baik dari pada lokasi TBM sebelumnya. “Apalagi antusias masyarakat dan semangat pengurus saling menguatkan untuk TBM Kedaung,” ucap Baldan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...

Mobile Sliding Menu