penumpang terminal jatijajar
DIPADATI PENGUNJUNG : Sejumlah orang memadati ruang tunggu keberangkatan bus di Terminal Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Minggu (22/12). Membludaknya pengunjung tersebut karena ingin pulang ke kampung halaman untuk mengisi waktu libur Natal dan Tahun Baru. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
penumpang terminal jatijajar
DIPADATI PENGUNJUNG : Sejumlah orang memadati ruang tunggu keberangkatan bus di Terminal Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Minggu (22/12). Membludaknya pengunjung tersebut karena ingin pulang ke kampung halaman untuk mengisi waktu libur Natal dan Tahun Baru. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Terminal Jatijajar, mulai ramai. Pemudik berdatangan, perminataan tiket bus pun terus meningkat. Puncak penumpang sudah terjadi sejak, Kamis (19/12), dan pemudik kemarin membanjiri Terminal Jatijajar.

Warga RT1/1, Kelurahan/Kecamatan Cilodong, Darsinah mengatakan, berencana pulang ke kampung halamannya, di Solo, Jawa Tengah. Dia memanfaatkan liburan Natal, untuk beribadah dengan keluarganya di kampung halaman. “Saya berangkat sekarang supaya bisa Natalan disana,” singkatnya kepada Harian Radar Depok, di Terminal Jatijajar, kemarin.

Pemudik lainnya, Kristiono mengaku, sore ini berangkat ke Perwokerto bersama anak istrinya, mengejar supaya bisa sampai cepat. Sehingga, saat Natal bisa kumpul bersama disana. Saat di kampung juga ingin ajak anak-anak liburan. “Kebetulan anak-anak juga lagi libur sekolah,” terangnya.

Salah satu agen PO Bus Lorena Karina milik bu Mono mulai kebanjiran pengunjung. Menurutnya, harga tiket masih stabil, Rp200ribu. “Harga masih stabil, berkisar diantara Rp200 ribuan,” kata bu Mono.

Dia mengatakan, kepadatan mulai terjadi sejak Kamis kemarin, dan sampai berita ini diturunkan permintaan perjalanan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai ramai.

Sementara itu, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan, yang membedakan Mudik Natal dan Tahun Baru dan Mudik Lebaran adalah minimnya pengguna sepeda motor. Hal tersebut menurutnya, cukup membantu dan tidak merepotkan petugas di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas. Cuma yang bertambah adalah jumlah perjalanan menuju tempat wisata.  Perhatian yang berhubungan dengan pariwisata lebih diperhatikan.

Setelah jalan tol Tran Jawa dan sebagian di Tol Trans Sumatera terhubung, perhatian terhadap jalan non tol mulai berkurang. Walaupun harus mengeluarkan ongkos lebih untuk membayar tarif tol yang lebih nyaman dan menyingkatkan waktu perjalanan.

“Publik memang lebih banyak memilih bepergian di akhir tahun ini memanfaatkan jalan tol yang sudah terhubung. Jika lancar, dapat memangkas waktu perjalanan hingga 50 persen dari sebelumnya,” tandas Djoko.

Perlu diketahui, mudik Natal dan Tahun Baru 2020 ada tambahan kapasitas jaringan jalan tol, yakni Tol Layang Jakarta-Cikampek 38 kilometer, Tol Terbangi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung 185 kilometer dan sebagian ruas Tol Balikpapan-Samarinda 64 kilometer, fungsional sebagian ruas Tol Manado-Bitung dan fungsional ruas Kayu Agung – Palembang. Ruas Tol Layang Jakarta – Cikampek, Tol Balikpapan – Samarinda dan Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung belum dikenakan tarif. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)