Beranda Utama Tiga Korban Gigitan Kobra Dirawat

Tiga Korban Gigitan Kobra Dirawat

0
Tiga Korban Gigitan Kobra Dirawat
DIEVAKUASI : Petugas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok sedang menunjukan ular yang baru dievakuasi dari rumah warga. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
petugas damkar evakuasi ular dari pemukiman
ILUSTRASI : Petugas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok sedang menunjukan ular yang baru dievakuasi dari rumah warga. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kota Depok semakin resah saja. Dimana-mana ular mematikan : kobra sudah banyak ditemukan. Ditambah lagi Minggu (15/12), sudah tiga warga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok. Ketiganya saat ini masih tergolek lemas diruang rawat inap.

“Saat ini ada tiga warga yang dirawat yang menjadi korban gigitan Ular Kobra. Dua orang warga Citayam Bogor dan satu orang warga Depok,” ujar Plt Direktur RSUD Kota Depok, Asloeah Madjri, Minggu (15/12).

Mantan Camat Cinere ini menyebut, satu korban warga Depok yakni seorang pedagang di Pasar Kemirimuka terpaksa harus menjalani rawat inap. Sedangkan dua korban warga Bogor dirawat jalan.

“Kami sudah siapkan obat suntik Anti Bisa Ular (ABU) gratis, karena itu obat yang masuk kategori program. Kondisi korban warga Depok harus dirawat inap karena telat penanganannya. Saat ini tinggal pemulihan,” jelas Lulu -sapaan akbrab Asloeah madjri- kepada Radar Depok.

Sementara, Koordinator Ketertiban Pasar Kemirimuka, Irfansyah menceritakan detil kejadian anak Ular Kobra yang mematok Wagiman yang keseharian berjualan sayur. “Korban saat itu sedang membersihkan bagian kolong tumpukan kayu di lapak tempat berjualan, tiba-tiba kaki kanannya dipatok ular kobra berukuran kecil. Kakinya menggeluarkan darah, ularnya berhasil kabur,” jelasnya.

Dia menambahkan, Wagiman tak begitu peduli karena ularnya berukuran kecil, lukanya juga kecil. Namun, tak beberapa lama Wagiman jatuh pingsan dan para pedagang lainnya langsung memberikan pertolongan. “Kami langsung membawa korban ke RSUD Kota Depok,” terang Irfansyah.

Menurut Irfansyah, pihaknya bersama pedagang kemudian mencari ular kobra dan menemukan ada empat anak Ular kobra di dalam lapak kios Wagiman. Ular langsung dimatikan. Sudah menyebarkan surat edaran untuk berhati-hati dengan ular di musim hujan dan mengimbau untuk selalu membersihkan tempat berdagang agar tidak dijadikan sarang ular dan segera laporkan jika ada yang menemukan ular berkeliaran. “Kami juga berencana akan melakukan kerja bakti, bersih-bersih pasar,” tuturnya.

Terpisah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok berhasil menangkap dua induk ular kobra. Ular kobra ditangkap di dua kompleks perumahan yakni di Perumahan Villa Amabel, Kecamatan Cilodong dan di Jalan Kolintang, Perumnas Depok II, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Kedua induk Ular Kobra yang ditangkap memiliki panjang lebih dari satu meter. “Kami berhasil tangkap dua iduk Ular Kobra jenis Kobra Jawa dengan panjang lebih dari satu meter, Jumat (13/12). Penangkapan kedua ular tersebut setelah mendapat laporan warga,” ujar Komandan Regu Damkar Kota Depok, Merdi Setiawan.

Dia menambahkan, ada satu induk Ular Kobra bernama latin Naza sputatrix yang berhasil kabur saat hendak ditangkap di sebuah rumah di lingkungan Jalan Kolintang, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

“Satu induk ular kobra berhasil kabur ke saluran air. Kami minta warga untuk segera melapor jika ular kobranya muncul kembali,” katanya.

Menurut Mardi, pihaknya selama sepekan ini telah banyak mendapat laporan adanya ular kobra yang muncul di pemukiman warga. “Sudah lebih 25 laporan warga yang kami terima. Kami sudah membentuk tim untuk mencari ular-ular kobra yang masih berkeliaran di pemukiman warga,” ucap dia.

Menanggapi fenomena tersebut, Pemerhati Reptil, Arby Krisna mengatakan, kemunculan anak kobra ke rumah warga merupakan hal yang biasa. Menurutnya, banyaknya ular yang masuk ke permukiman warga merupakan hal alami yang terjadi pada November hingga Januari. Pasalnya, pada bulan inilah habitat hewan melata itu menetas dari telur setelah dua bulan sebelumnya dilahirkan oleh indukan.

“November hingga Januari menetas, berarti indukan bertelur sebulan sampai dua bulan sebelumnya,” ujar Arby saat dikonfirmasi, Minggu ( 15/12).

Arby juga mengungkapkan, faktor lain banyaknya ular muncul di permukiman karena habitat mereka kini banyak tergusur akibat pembangunan yang masif. “Sebenarnya rumah ular (perkebunan) yang menipis menyebabkan mereka tidak punya tempat sembunyi sehingga menampakkan diri,” ujar Arby.

Masifnya pembangunan perumahan di wilayah Depok inilah yang mendesak ular akhirnya terpaksa berkeliaran di wilayah permukiman. Ular, disebut Arby, mencari lokasi yang tepat untuk proses berkembang biak di perkebunan warga, bahkan masuk ke dalam rumah.

Kendati demikian, terdapat hal yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi ular masuk ke dalam permukiman, yakni dengan membuang barang yang sudah tidak terpakai sehingga tidak menumpuk dan menjadi sarang baru bagi ular. “Selain itu, warga juga harus menutup seluruh saluran air yang terhubung ke dalam rumah untuk mencegah adanya binatang yang masuk,” tegas Arby.

Sementara itu, Ari Asterix, yang juga pengamat ular mengatakan, musim kawin ular kobra berlangsung sejak Agustus hingga Oktober khusunya pada musim kemarau. Sedangkan masa ovulasi betina hingga bertelur memakan waktu satu bulan. Maka dari itu, masa inkubasi telur bisa mencapai 80 – 90 hari bertepatan dengan masuknya musim penghujan di Desember.

“Maka dari itu tidak heran banyak anak ular diteukan masuk ke dalam rumah,” bebernya.

Dia menjelaskan, anak kobra bisa dikatan lebih berbahaya dibanding ular dewasa. Sebab, dalam usia bayi ular kobra belum dapat mengontrol bisanya dan pasti menyuntikan bisa sebanyak – banyaknya apabila menggigit lawannya. “Sejak keluar dari cangkang, anak kobra sudah agresif,” pungkasnya. (rd)

 

Fakta dan Data Kobra di Depok :

Lokasi :

– RT1/14 Kelurahan/Kecamatan

– Pasar Kemirimuka

 

Jenis Ular :

– Kobra

 

Jumlah :

– 23 ular di Bojongsari

– 4 di Pasar Kemirimuka

– 2 di Cilodong dan Sukmajaya

– Belasan di Villa Citayam Bogor

 

Korban :

– Wagiman warga Depok

– 2 warga Bogor

– Dirawat di RSUD Depok

 

Faktor Kemunculan Kobra :

– Banyak tergusur akibat pembangunan yang masif.

– Rumah ular (perkebunan) yang menipis

– Mendesak ular akhirnya terpaksa berkeliaran di wilayah permukiman

 

Produksi Kobra :

– Musim kawin ular kobra berlangsung sejak Agustus hingga Oktober

– Khusunya pada musim kemarau

– Masa ovulasi betina hingga bertelur memakan waktu satu bulan. – – Masa inkubasi telur bisa mencapai 80 – 90 hari bertepatan dengan musim penghujan di Desember.

 

Tips Pencegahan :

– Beli Serum Anti Bisa  Ular

– Warga persiapkan keset IJUK pada pintu masuk utama juga samping

– Taburkan karbol-obat pel sereh pada setiap lubang air

– Bila ketemu dengan ular lebih baik diam jangan bergerak

 

Tentang Kobra :

– Ular bertelur sebanyak 9-15 butir.

– Setahun bisa sampai 3x bertelur.

– Telurnya tidak akan menetas bila sudah tersentuh tangan

– Ular mencari makan pada sore-malam hari

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)