pengabdian masyarakat FIA universitas indonesia (UI)
PENGABDIAN: Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Administrasi – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan edukasi pajak bagi generasi muda. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK
pengabdian masyarakat FIA universitas indonesia (UI)
PENGABDIAN : Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Administrasi – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan edukasi pajak bagi generasi muda. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

Keprihatinan akan rendahnya tingkat kepatuhan dan kesadaran pajak di Indonesia, mendorong Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Administrasi – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan edukasi pajak bagi generasi muda.

==========

RADARDEPOK.COM – Program pengmas bertajuk Edukasi Perpajakan dan Workshop E-Filing Pajak Penghasilan Orang Pribadi bagi Siswa Menengah Atas/Kejuruan di Jakarta-Depok, diikuti 168 siswa/i SMA Negeri 1 Depok, SMK Negeri 62 Jakarta, dan SMK IT Raflesia Depok, berlangsung sejak Mei hingga Desember 2019.

Diharapkan program yang dijalankan oleh tim Pengmas FIA UI mampu menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran pajak serta memberikan kemampuan untuk melakukan salah satu kewajiban perpajakan yaitu pelaporan PPh Orang Pribadi.

Tim Pengmas beranggotakan para dosen FIA UI, yaitu Wulandari Kartika Sari, Milla Sepliana Setyowati, dan Adang Hendrawan serta didukung 20 mahasiswa S1 FIA UI. Program Pengmas terdiri atas penyuluhan, edukasi dan workshop pajak ditujukan bagi siswa SMA lintas jurusan maupun kelas.

Namun, khusus bagi siswa kelas XII, topik dipersiapkan bagi mereka yang sebentar lagi akan menghadapi dunia kerja karena tidak semua lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Program pengmas ini merupakan wujud sinergi dan peran serta sivitas akademika dari departemen ilmu administrasi FIA UI, guna meningkatkan kesadaran dan pengenalan prosedur pemenuhan pelaporan pajak melalui e-Filing,” ungkap Ketua Tim Pengmas FIA UI, Wulandari.

Mereka juga berkolaborasi pula dengan tim Kantor Pelayanan Perpajakan (KPP) Pratama Depok Sawangan. Pemilihan Murid SMA didasarkan pada tujuan utama membangun dan meningkatkan kesadaran pajak masyarakat tidak bisa diwujudkan secara cepat, instan, perlu waktu untuk mengenalkan dan mengajarkan hingga terbentuk pola pikir yang benar mengenai pajak, supaya masyarakat bisa patuh bayar pajak dan melaksanakan kewajiban perpajakannya.

“Kami ingin mengedukasi bahwa pelaporan pajak juga tidak rumit dan sangat terbantu dengan keberadaan teknologi,” tegasnya.

Lebih lanjut, melihat respon positif dari target, kegiatan ini tidak akan berhenti di tiga sekolah saja, melainkan akan dilanjutkan secara berkala ke sekolah-sekolah lain, dan juga jenjang lain. Dengan rangkaian kegiatan pengmas ini diharapkan generasi muda Indonesia akan melek pajak sejak dini dan berdampak pada meningkatnya kesadaran pajak, kepatuhan pajak dan terciptanya penerimaan negara yang berkelanjutan (sustainable).

Pelaksanaan kegiatan Pengmas dilatarbelakangi tingkat kepatuhan dan kesadaran pajak masyarakat Indonesia yang masih rendah. Salah satu cara sederhana untuk mengukur kepatuhan pajak jumlah pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT). Realisasi pelaporan pajak untuk tahun pajak 2018 yang disubmit di tahun 2019 hanya 67,2% atau sebanyak 12,32 Juta SPT. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan target yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sejumlah 85% dari wajib pajak terdaftar yang harus lapor SPT. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)