Beranda Satelit Depok Uditch Mandor Samin Berantakan

Uditch Mandor Samin Berantakan

0
Uditch Mandor Samin Berantakan
MATERIAL TERCECER : Terlihat kondisi material yang berserakan di pinggir Jalan Mandor Samin RW 05, hampir dua pekan pekerjaan tersebut masih terbengkalai hingga mengganggu aktifitas warga dan pengendara. (18/12). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
U Ditch
MATERIAL TERCECER : Terlihat kondisi material yang berserakan di pinggir Jalan Mandor Samin RW 05, hampir dua pekan pekerjaan tersebut masih terbengkalai hingga mengganggu aktifitas warga dan pengendara. (18/12). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – Masyarakat dibuat geram dengan proyek drainase atau saluran uditch di Jalan Mandor Samin RW05 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Pasalnya, pekerjaan tersebut tidak rapi alias berantakan. Bahkan, kini terbengkalai.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang kelotong sekitar, Arifin  mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua pekan dan progress berjalan lambat dan hampir setengahnya bak saluran maupun penutup belum terpasang.

“Saya bilang apa adanya, memang kenyataannya seperti itu. warung saya jadi terputus jalannya karena saluran nggak ke pasang,” katanya kepada Radar Depok, Rabu (18/12).

Ia mengakui keterlambatan proses pengerjaan saluran membawa dampak pada pemasukan warungnya. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak selain hanya menanti hingga rampung.

Dari pantauan di lapangan, segala material berserakan berantakan di pinggir Jalan Mandor Samin, mulai dari penutup saluran, gerobak, sampai sisa galian tanah merah yang dibiarkan tercecer, hingga membuat kumuh lingkungan tersebut.

Kemudian, pengendara yang melintas sehari-hari, Bondan Ridho salah satu pekerja GDC, menuturkan sangat menyayangkan koordinasi yang dilakukan antar pelaksana, pengawas, maupun lingkungan setempat kurang berjala baik sehingga berdampak pada keseharian warga dan pengendara.

“Ini tandanya pelaksana nggak sanggup menuntaskan pekerjaan ini dengan baik, herannya kenapa masih di percaya,” jelasnya.

Aktifitas pekerjaan juga  tak terlihat aktif selama pekerjaan berlangsung, jadi kemacetan yang ditimbulkan bukan karena aktifitas pekerjaan namun karena sebagian jalan di penuhi material sehinggan kedua arus lalu lintas tersendat.

“Pemerintah harus mengkaji para pelaksana yang professional dan kerja dengan cepat jadi kinerja pemerintah dalam pembangunan juga berjalan maksimal tidak seperti ini,” ketusnya.

Warga meminta kepada pemerintah kota untuk memastikan setiap pelaksana mempunyai rekam jejak yang baik sehingga tidak mengganggu kinerja pemerintah dalam mencapai target yang telah ditentukan. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)