Beranda Satelit Depok Warga Cimpaeun Berbenah Antisipasi Teror Ular

Warga Cimpaeun Berbenah Antisipasi Teror Ular

0
Warga Cimpaeun Berbenah Antisipasi Teror Ular
ULAR LAGI : Sekuriti bersama warga saat membawa ular hasil tangkapan di Perumahan Permata Cimanggis, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Selasa (17/12). Warga menduga ular tangkapan sebagai induk dari bayi cobra yang berkeliaran di sekitar. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
Cimpaeun antisipasi ular
ULAR LAGI : Sekuriti bersama warga saat membawa ular hasil tangkapan di Perumahan Permata Cimanggis, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Selasa (17/12). Warga menduga ular tangkapan sebagai induk dari bayi cobra yang berkeliaran di sekitar. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Warga Perumahan Permata Cimanggis (PC) RW20 Kelurahan Cimpaeun, Tapos berbenah merapikan untuk mengantisipasi teror ular cobra yang meresahkan warga Kota Sejuta Maulid belakangan ini.

Ketua RW 20 Kelurahan Cimpaeun, Dondy Anugrah sudah membuat antisipasi untuk keamanan warga, diantaranya dengan melakukan perapihan di rumah kosong yang rumputnya tinggi, pembersihan saluran, sampai sosialisasi secara berkala melalui grup whatssapp.

“Kami juga memangkas pohon yang dahan dan ranting sudah menyentuh atap rumah, ini biar ular nggak menjalar ke atap, seperti kejadian ada ular di plafon rumah,” kata Dondy kepada Radar Depok, Selasa (17/12).

Dia menduga alih fungsikan lahan dari hutan atau kebun menjadi permukiman merupakan faktor utama banyaknya ular belakangan ini, ditambah lagi musim hujan di mana musim telur kobra menetas

“Terutama yang memang rumahnya ada tikus untuk segera saluran di hulunya di tutup jaring kawat biar jalannya tertutup, karena tikus menjadi mangsa utama ular,” beber ayah dua orang anak ini.

Ia juga meminta warga untuk menyimpan kontak petugas agar segera melapor bila ada kejadian mengancam, seperti kehadiran bayi ular cobra. Dan dihimbau saling koordinasi antar warga.

Hal ini dilakukan, lantaran pekerja setempat menemukan ular yang diduga induk cobra saat menggarap lahan Perumahan Permata Cimanggis, pukul 09.00 WIB .

Seperti yang disampaikan salah satu pekerja, Pepen. Ia menurutkan, saat itu sedang menggunakan kendaraan pengeruk tanah alias beko untuk meratakan lahan yang akan dibangun perumahan

“Saya kaget pas ratain tanah, itu ular keluar dari lubang di bawah jembatan kayanya mau kabur tapi keburu kelihatan langsung dikejar dan ditangkap sama security perumahan,” jelas Pepen saat dikonfirmasi Radar Depok.

Pria yang berdarah sunda ini mengaku ukurannya kurang lebih sekitar tiga meter namun dirinya tak mengetahui jenis ular besar tersebut. warga mensinyalir ular tersebut berjenis cobra yang saat sedang menjadi ancaman bagi warga.

“Beruntung itu ular nggak kelindas beko, kalau kena kasian juga, karena memang tempatnya mereka, sebelumnya ini rawa-rawa,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu : @kelmanutuarnet

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)