ABG Depok nyaris Dijual di Batam
Polisi memeriksa 2 ABG asal Depok yang nyaris jadi korban human trafficking di Batam setelah sebelumnya sempat disekap di sebuah bar di Tanjunguncang, Rabu (8/1). FOTO : ISTIMEWA
ABG Depok nyaris Dijual di Batam
Polisi memeriksa 2 ABG asal Depok yang nyaris jadi korban human trafficking di Batam setelah sebelumnya sempat disekap di sebuah bar di Tanjunguncang, Rabu (8/1). FOTO : ISTIMEWA

 

BATAM – Dua gadis remaja atau Anak Baru Gede (ABG) asal Depok nyaris menjadi korban human trafficking alias perdagangan manusia di Batam, orang tersebut berinisial L (15) dan A (15).

Pada saat diamankan oleh polisi pada, Selasa (6/1) malam, kedua korban sempat disekap oleh pemilik bar di kawasan Tanjunguncang, Batam.

Kini, Rabu (8/1), keduanya dibawa ke ruang unit VI yaitu unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Markas Komando (Mako) Polresta Barelang untuk dimintai keterangan.

Terlihat pula di ruang itu sosok pria remaja berinisial Ar (15) sebagai ‘aktor’ yang membawa keduanya dari Jakarta hingga ke Batam. Selain ketiganya, tampak pula tiga gadis belia lain, yang diduga adalah saksi.

“Yang lain saksi,” kata seorang petugas.

Selain pria tersebut, sebelumnya polisi juga mengamankan 2 ABG yang nyaris jadi korban trafficking di Teluk Pandan, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Selasa (7/1).

Sempat Diiming-imingi Handphone

Kedua gadis remaja atau Anak Baru Gede (ABG) asal Depok tersebut, diketahui tiba di Batam setelah pria muda berinisial Ar (15) membawanya dari Jakarta.

Kuat dugaan jika pria berusia remaja itu diminta oleh pemilik bar atau lokalisasi untuk merekrut calon korbannya dengan iming-iming hadiah berupa hanphone.

Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial pun tak tinggal diam. Dia mengatakan jika kasus ini telah memenuhi unsur tindak pidana perdagangan manusia (trafficking) atau Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Hal tersebut karena pelaku telah melakukan upaya merekrut, membawa, menempatkan korban dan upaya lainnya yang menguntungkan pihak pelaku atau korporasi jaringan trafficking,” ungkapnya, Rabu (8/1).

Dugaan itu semakin kuat setelah diketahui jika terdapat hubungan antara perekrut dan pemilik bar.

Tali kedekatannya pun sangat erat yakni saudara sepupu. Informasi ini seolah memperkuat indikasi telah terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Begini Kronologinya

Dua gadis belia asal Depok disekap di Barcelsi, Tanjunguncang,Batuaji, Batam, Selasa (7/1).

Ketua KPPAD Erry Syahrial, mengatakan, dua remaja korban berasal dari Depok dan tengah dipekerjakan di Barcelsi.

Dikutip dari website KPPAD di alamat lindungianak.com, dua remaja diselamatkan polisi di Bar Kawasan Tanjunguncang, Batam.

Kedua korban yang berinisial L (15) dan A (15) tiba di Batam, Minggu (5/1) melalui Bandara Soekarno Hatta yang dibawa remaja laki-laki berinisial Ar.

Terungkapnya kasus ini berkat pengaduan NA yang merupakan kakak korban L. NA melaporkan kejadian itu ke Kemensos RI di Jakarta. Saat itu NA mendapatkan pesan lewat whatsapp adiknya yang menceritakan kondisinya. Bahkan dari handphone yang disembunyikannya itu, L juga mengirimkan peta lokasi tempat dia disekap.

Kemudian Kemensos RI berkomunikasi dengan Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Erry Syahrial dan diteruskan ke Polresta Barelang.

Masih dari informasi yang tercantum di website, didapat cerita bahwa Ar adalah teman korban yang diduga membawa ke Batam dan mempekerjakan kedua korban.

Selanjutnya, jajaran kepolisian yang dipimpin Kapolsek Batuaji segera mencari lokasi tempat penyekapan.

‘’Sekitar satu jam kurang, Kapolsek Batuaji sudah menginformasikan ke KPPAD Kepri bahwa kedua korban anak remaja tersebut sudah diselamatkan dan pelaku ikut diamankan,’’ ujar Erry.

Masih dari sumber yang sama diungkapkan NA, bahwa adiknya pergi meninggalkan rumah Minggu (5/1) dan menyampaikan ke ibunya mau berangkat bekerja ke Batam bersama laki-laki yang baru dikenalnya berinisial Ar (15).

Ibu korban mau melarang, namun korban  sudah berangkat duluan ke Cengkareng naik pesawat.

‘’Kepada ibu, adik saya menyampaikan akan bekerja di Batam kerja layak dan enak. Ternyata dibohongi oleh teman laki-laki yang baru dikenalnya,’’ kata NA yang dikutip dari website lindungianak.com

Menurut cerita NA, adiknya selama ini susah diatur karena hanya diasuh seorang ibu. Sementara ibu dan ayah sudah bercerai sehingga perilaku adiknya agak bandel. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)