Yayasan Miftahul Huda terkena banjir
RUSAK : Sejumlah murid memilah buku pelajaran yang masih bisa diselamatkan usai terkena banjir di Yayasan Miftahul Huda, RT4/9, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Selasa (7/1). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
Yayasan Miftahul Huda terkena banjir
RUSAK : Sejumlah murid memilah buku pelajaran yang masih bisa diselamatkan usai terkena banjir di Yayasan Miftahul Huda, RT4/9, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Selasa (7/1). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski sudah berlalu, beban menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah (MA), Miftahul Huda terasa berat. Komputer, printer, peralatan musik, buku hingga berkas penting milik sekolah tak tertolong saat banjir menerjang 1 Januari 2020. Sedikitnya 200 siswa sekolah di RT4/9 Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas belum belajar.

Ketua Yayasan Miftahul Huda, Qodir Rais Bidadara menyampaikan, sebagian besar perangkat pendidikan, berupa komputer, printer, buku, dan mushaf Alquran rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Qodir menceritakan, kejadian tersebut berawal dari tanggul Kali Pesanggrahan yang jebol, sehingga merendam sekolah hingga sebatas leher pria dewasa. “Kejadiannya tepat 1 Januari sekitar pukul 11:00 WIB, karena tanggul Kali Pesangrahan jebol,” kata Qodir kepada Radar Depok, Selasa (7/1).

Dia mengaku, telah menyelamatkan beberapa peralatan penting, dan iizasah siswa. Tapi masih banyak yang tidak tertolong. “Yang rusak banyak, mulai dari komputer, printer, peralatan musik, hingga berkas penting milik sekolah,” beber Qodir.

Dia mengatakan, saat ini siswa juga tidak dapat belajar dengan maksimal, sebagian guru juga masih sibuk membersihkan ruang kelas. Agar siswa bisa kembali belajar. Siswa kelas IX, X dan XI jumlahnya sampai 200-an. “Sudah ada beberapa bantuan tapi belum maksimal,” kata Qodir.

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Dalimah mengatakan, biasanya banjir tidak separah kemarin. “Kalau banjir di sekolah paling hanya semata kaki, tapi ini karena tanggul jebol jadi bisa mencapai leher orang dewasa,” singkat Damilah. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)