250 Peserta Bersepeda Klasik di Depok

In Depok Sport, olahraga
komunitas sepeda
KEGIATAN : Acara Depok Ramah Klasik diikuti sebanyak 250 pesepeda dari Depok dan sekitarnya, Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Surabaya. Start dimulai dari Stasiun Pondok Cina pada pukul 06:30 WIB dan finish di Warung Kopi Nako Depok. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 250 peserta dari 10 komunitas sepeda hadir mengikuti kegiatan sehat untuk para pecinta olahraga sepeda klasik. Peserta berasal dari Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Acara ini digelar selama setahun sekali dan ini merupakan kali keduanya yang digelar di Kota Depok.

Persiapan acara cukup lama, teman-teman dari Depok kumpul dan rembukan selama kurang lebih 3 bulan. Hal yang dibicarakan adalah konsep acara, terutama rute yang akan dilintasi oleh para pesepeda dan tempat finish.

“Kami memilih Warung Kopi Nako karena kafe ini baru buka Desember 2019, digandrungi orang banyak, akhirnya kami melakukan pendekatan pada pemilik dari Kopi Nako dan kebetulan pemiliknya menyukai dan bermain sepeda,” tutur Ketua Pelaksana, Djamal Hars kepada Radar Depok.

Djamal menjelaskan, rute dari Stasiun Pondok Cina tepatnya di bagian dalam kampus Universitas Indonesia (UI), Jembatan Poltek, Lapangan Hawai, Setu Rawa Besar, Dipo, dan kampung-kampung di sekitar Grand Depok City (GDC) dan finish di Warung Kopi Nako Depok.

Djamal menambahkan, tujuan adanya acara ini yang paling utama adalah silaturahmi dan agar para pesepeda klasik bisa saling mengenal satu sama lain.

“Tujuan utama dari adanya acara ini adalah silaturahmi antar para pecinta sepeda lipat, sekaligus tukar pikiran mengenai spare part sepeda-sepeda,” terangnya.

Untuk para peserta yang belum memiliki sepeda klasik tetap diperbolehkan ikut memeriahkan acara ini. Selain goes bareng, ada doorprize yang diundi setelah bersepeda selesai. Doorprize dalam bentuk spare part sepeda, voucer hotel, kaos, dan banyak hal yang berhubungan dengan sepeda.

“Semoga kedepan di Kota Depok lebih banyak yang menggunakan sepeda Dahon klasik, sejauh ini di Depok baru terkumpul 30 orang,” tegas Djamal.

 

Komunitas sepeda klasik
ANTUSIAS : Panitia Depok Ramah Klasik berfoto bersama seusai acara di Kopi Nako, Sabtu (11/1). FOTO: HARUM/RADAR DEPOK

 

Presiden ID Dahon, Shinta Idriyantim engatakan, acara ini juga merupakan ajang pengenalan Kota Depok, karena tidak hanya melewati jalur-jalur utama yang besar tetapi hingga kepedalaman Kota Depok yang belum banyak diketahui orang.

“Teman-teman dari ID Dahon ingin memperkenalkan lokasi-lokasi di Kota Depok,  banyak yang menarik karena blusukan ke pedalaman dan daerah-daerah di Kota Depok,” tuturnya.

Shinta berharap kedepannya para pecinta sepeda dapat bersepeda tanpa melihat merek yang dimiliki setiap pesepeda klasik.

“Saya berharap kita bisa bersepeda tanpa melihat brand, karena hal itu menjadi kunci awal agar kita bisa bersepeda dengan siapa saja dan kreatifitas dalam bersepeda bisa semakin berkembang,” tutup Shinta.

Founder Komunitas Sepeda Lipat Indonesia (ID Foldingbike), Azwar Hadi Kusuma mengaku acara yang digelar cukup bagus dan menariik.

“Harapan saya agar silaturahmi terus terjalin, apalagi ini merupakan kegiatan yang positif, salah satu cara mendukung program pemerintah untuk go-green,” tutup Azwar. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu