aksi gusdurian depok
PEDULI : Anggota Gusdurian Depok saat memberikan bantuan korban terdampak bencana di Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
aksi gusdurian depok
PEDULI : Anggota Gusdurian Depok saat memberikan bantuan korban terdampak bencana di Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Bencana banjir dan tanah longsor yang mendera Depok di awal 2020 menggugah hati setiap instansi pemerintahan, swasta hingga individu di Kota Sejuta Maulid untuk mengulurkan tangan, tidak terkecuali bagi Gusdurian Depok yang membuat program Gusdurian Peduli.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Puluhan kaum hawa, ada yang datang sendiri maupun menyertakan buah hatinya menunjukkan raut wajah bahagia begitu goodie bag berpindah tangan dari relawan yang tergabung dalam Gusdurian Kota Depok ke mereka.

Hal ini berbanding terbalik dari apa yang mereka alami awal Januari kemarin, karena wilayahnya di Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan mendapatkan kiriman air dan merendam rumah dan harta bendanya.

Yups, Gusdurian Depok dengan program Gusdurian Peduli, bergerak memberikan bantuan ke sejumlah titik Banjir yang ada. Titik yang pertama di sambangi bertempat di Kelurahan Sawangan Baru, kecamatan Sawangan, Kota Depok. Sebagai contoh, Sungai Pesangrahan yang meluap hingga menenggelamkan kurang lebih 20 sampai 30 rumah yang ada.

“Kita sebagai sesama manusia wajib saling tolong-menolong tanpa perlu melihat latar belakang agama, suku, dan RAS,”kata Koordinator Gusdurian Depok, Mansur Al-Farisy.

Menurutnya, musibah yang terjadi di Jabodetabek, terkhusus Depok, tentu membuat prihatin. Dan, sebagai sesama warga negara Indonesia, harus saling tolong-menolong kepada saudara sebangsa setanah air yang terkena musibah banjir, tanpa perlu melihat latar belakang agama, suku, dan rasnya.

Mansur mengutarakan program Gusdurian Peduli berencana akan memberikan bantuan ke-9 titik lokasi yang terdampak banjir. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya di Depok saja, namun  juga akan memberikan bantuan ke daerah lainnya.

“Biasanya, setiap peringatan Haul Gus Dur diisi dengan acara diskusi. Namun, berbarengan dengan adanya bencana maka diadakan acara peduli pada korban banjir dan longsor. Kita juga bersama dengan saudara lintas iman seperti dari Kristen, Konghucu, Budha dll. Atas dasar kemanusiaan dan ingin bantu sesama kita tergerak melakukan acara ini,” paparnya.

Sementara, Fathi salah satu penyelenggara acara mengungkapkan, rangkaian acara puncak Gusdurian pada 31 Januari 2020. Menurutnya, puncak acara dimulai dengan kegiatan Bhakti sosial dengan penanaman pohon, pengobatan gratis, pembagian sembako dan lainnya.

“Kegiatan dilanjutkan dengan ngaji dan diskusi selepas Magrib sampai Isya. Puncaknya  Panggung Budaya dengan acara musik, puisi, stand up comedy, testimoni, menghadirkan tokoh Nasional dan keluarga Gus Dur,” ucap Fathi. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)