qurtifa wijaya tinjau banjir
MENINJAU : Anggota DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya didampingi Lurah Sukamaju, Nurhadi saat meninjau lokasi banjir di RW15 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Kamis (2/1). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
qurtifa wijaya tinjau banjir
MENINJAU : Anggota DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya didampingi Lurah Sukamaju, Nurhadi saat meninjau lokasi banjir di RW15 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Kamis (2/1). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Anggota DPRD Kota Depok tidak hanya bertugas merumuskan peraturan per Undang-undangan dan penganggaran di legislatif, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi riil di lapangan. Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya, Kamis (2/1).

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Hujan deras sejak malam pergantian tahun baru hingga pagi hari Kota Depok dilanda banjir dan tanah longsor di beberapa pemukiman warga, menjadi perhatian serius bagi seluruh instansi di Kota Depok dan juga masyarakat.

Sama halnya yang dilakukan Qurtifa Wijaya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyambangi salah satu titik banjir yang  menimpa lingkungan RW15, Perumahan Villa Pertiwi, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.

Ditemani Lurah Sukamaju, Nurhadi, politikus dengan rambut yang cukup eye catching ini tidak sungkan untuk terjun ke lokasi banjir, meski harus menggulung celana panjang bahan warna hitam agar tidak menyentuh air.

Di lokasi banjir, Qurtifa bertemu dengan Ketua RW015 Ibrahim Ishaka, Ketua Pokja Setu Bahar, Suharja, serta beberapa warga yang rumahnya tergenang air. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang disampaikan Ketua RW15, ada 2 RT di wilayahnya yang tergenang air limpahan dari Kali jantung.

“Ada 20 rumah yang tergenang di RT01 dan RT09, ” ungkap dewan dengan gelar Sarjana Agama (S.Ag) ini.

Air mulai meluap merendam jalan dan rumah warga sejak pukul 05.30 WIB sampai sore air terlihat masih meluap ke jalan, tetapi debitnya sudah berkurang dibandingkan pagi hari. Dari hasil pantauan lapangan yang dilakukan, terjadinya banjir, pertama disebabkan volume air di Kali Jantung yang memang cukup besar.

“Kedua karena aliran air terhalang jembatan yang Ada di dua titik, masing-masing di RT01 dan RT09,” ucapnya.

Sementara, Lurah Sukamaju Nurhadi mengatakan, agar banjir tidak terulang, di wilayah tersebut perlu memperbaiki struktur jembatan, yakni dengan meninggikan posisinya dari permukaan air. Sebab, saat ini masih rendah, dan menghambat aliran air.

“Kami akan mengajukan usulan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok,” ucap Nurhadi. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)