angka kemiskinan menurun di depok
Angka Kemiskinan Kota Depok Menurun
angka kemiskinan menurun di depok
TINGKAT KEMISKINAN TERENDAH : Tampak terlihat pemukiman padat penduduk di kawasan Kecamatan Pancoranmas. Kota Depok dikatakan menjadi daerah paling rendah tingkat kemiskinannya dibanding 27 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok menjadi daerah paling rendah tingkat kemiskinannya dibandingkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Bahkan, nomor tiga terendah dari 514 kabupaten0kota di Indonesia.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menyebutkan, pada 2019 tingkat kemiskinan penduduk Kota Depok sebesar 2,07 persen, dari target 2,18 persen.

Pada tingkat kemiskinan ada yang berhasil di 2018 sebesar 2,14 persen. Tingkat penurunan ini dilihat dari tingkat kemiskinan pada 2017 sebesar 2,34 persen, dan di 2016 masih diangka 2,34 persen.

“Alhamdulillah, tingkat kemiskinan Kota Depok tahun 2019 turun 0,07 persen dari tahun 2018. Ini adalah karya kita semua. Berangkat dari proses perencanaan pembangunan yang kita lakukan selanjutnya diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan,” kata Pradi.

Dia menuturkan, ada sebagian indikator yang memengaruhi kemiskinan Kota Depok jadi yang terendah. Antara lain peran pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penyumbang fundamental ekonomi Depok, sehingga mampu meningkatkan kemampuan ekonomi warga menjadi tinggi.

Selain itu, sambungnya, banyak program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Depok. Yaitu penggantian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembiayaan kesehatan dan pendidikan, Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Dan Sejahtera (P2WKSS).

Kemudian, program menyelenggarakanan Program Keluarga Harapan (PKH), Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), juga program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Dukungan pemerintah juga memberikan pelatihan kepada warga. UMKM di Kota Depok juga mengembangkan kemajuan, hingga aneka ragam budaya dan kuliner memiliki nilai sosial dan ekonomi,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)