Awasi Anak-anak dalam Memilih Jajanan Berwarna Warni, Bahaya Mengintai di Balik Semua Itu 

In Ruang Publik

 

Oleh : Nur Aini

NPM : 02180200059, STIKIM

 

DI Indonesia, sejak dahulu orang banyak menggunakan pewarna makanan tradisional yang berasal dari bahan alami, misalnya kunyit untuk warna kuning, daun suji untuk warna hijau dan daun jambu untuk warna merah. Pewarna alami ini aman dikonsumsi namun mempunyai kelemahan, yakni ketersediaannya terbatas dan warnanya tidak homogen sehingga tidak cocok digunakan untuk industri makanan dan minuman. Kemajuan teknologi pangan memungkinkan zat pewarna dibuat secara sintetis. Dalam jumlah yang sedikit, suatu zat kimia bisa memberi warna yang stabil pada produk pangan. Dengan demikian produsen bisa menggunakan lebih banyak pilihan warna untuk menarik perhatian konsumen.

Anak-anak cenderung tertarik dengan makanan dan minuman yang berwarna-warni. Jika dalam waktu yang lama di konsumsi efeknya baru akan timbul karena zat – zat kimia itu terakumulasi di dalam tubuh yang akhirnya akan menimbulkan berbagai penyakit. Walaupun kebanyakan pewarna makanan yang digunakan merupakan pewarna yang diperbolehkan dan legal, namun bahaya kesehatan yang mungkin ditimbulkan tidak dapat diabaikan begitu saja. Namun apakah kita tahu bahwa pewarna makanan dapat menyebabkan tumor otak, kerusakan ginjal, kanker atau gondok. Selain itu, pewarna makanan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, atau masalah kulit, pernafasan seperti batuk berkelanjutan atau asma, masalah pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, sampai sakit kepala.

Pada saat ini penggunaan pewarna sintetis sudah meluas di masyarakat tetapi ketidaktahuan masyarakat akan peraturan atau dosis penggunaan zat warna, tak jarang menimbulkan penyalahgunaan, sering dijumpai jenis pewarna non pangan, seperti Metanil Yellow, Auramin dan Rhodamin B ternyata banyak digunakn oleh masyarakat. Padahal hasil penelitian pada hewan percobaan dipastikan bahwa ketiga pewarna diatas dapat menimbulkan efek toksik karena adanya residu logam berat pada zat pewarna tersebut.

Hal-hal yang mungkin memberikan dampak negatif akibat pewarna bukan untuk makanan :

1) pewarna sintetis ini dimakan dalam jumlah kecil namun berulang ( sering),

2) bahan pewarna sintetis ini dimakan dalam jangka waktu yang lama,

3) kelompok masyarakat luas dengan daya tahan yang berbeda-beda, yaitu tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, mutu makanan sehari-hari dan keadaan fisik,

4) berbagai  masyarakat  yang  mungkin  menggunakan  bahan pewarna sintetis secara berlebihan,

5) penyimpanan  bahan  pewarna   sintetis  oleh  pedagang  bahan  kimia  yang  tidak memenuhi persyaratan.

Ciri-ciri visual yang dapat  kita gunakan sebagai patokan dalam memilih makanan di pasaran:

  1. Pewarna Alami :

Warna agak suram,  mudah larut dalam air, embutuhkan bahan pewarna lebih banyak (kurang mampu mewarnai dengan baik), embutuhkan waktu lama untuk meresap kedalam produk.

  1. Pewarna Non Food Colour (bukan pewarna makanan):

Warna cerah sekali, idak mudah larut dalam air, membutuhkan bahan pewarna lebih sedikit, cepat meresap ke dalam produk

Ada beberapa jenis pewarna sintetis yang banyak beredar di antaranya yaitu

1,Tartrazine (E102 atau Yellow 5)

Pewarna kuning banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan,berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak .

2.Sunset Yellow (E110, Orange Yellow/Yellow 6)

Pewarna  yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan.

3.Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)

Pewarna merah hati digunakan untuk  produk,  selai, kue, agar-agar dan minuman ringan.

4.Allura Red (E129)

Pewarna sintetis merah jingga banyak digunakan pada permen dan minuman.

5.Quinoline Yellow (E104)

Pewarna makanan kuning digunakan pada produk seperti es krim dan minuman energy.

6.Metanil Yellow

Pewarna makanan ini juga merupakan salah satu zat pewarna yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam bahan makanan. Sedangkan untuk pewarna makanan dan minuman yang diizinkan terdapat dalam  SK Menteri kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88. (*)

 

You may also read!

Reza Indragiri Amriel.

Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

Reza Indragiri Amriel.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di

Read More...
mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu