Oleh : Elly Siti Nurliyah

STIE MBI Depok

 

PEREMPUAN bekerja, banyak yang memutuskan untuk melepaskan karirnya dan mengabdikan hidupnya untuk mengurus suami dan anak-anaknya. Setelah anak-anak mereka bertambah besar, kadang mereka merasa kangen untuk bekerja tetapi tidak sampai hati untuk meninggalkan anak-anaknya diasuh pengasuh. Kemudian banyak yang akhirnya memutuskan untuk memiliki usaha di rumah. Usaha mereka ada di level UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Penulis mengumpulkan data dari 4 ibu rumah tangga yang menjalankan 4 usaha yang berbeda di level UMKM, di Lingkungan Kecamatan Sukmajaya Depok Jawa Barat, untuk mengetahui sejauh mana ibu rumah tangga bisa menggeliatkan perekonomian. Diantara mereka, ada yang mendapatkan keuntungan dari usaha jasa. Beberapa dari mereka berhasil menciptakan produk neto. Sadono Sukirno (2012) di dalam bukunya Makro Ekonomi, mengatakan bahwa produk neto adalah nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi. Lalu apa saja bisnis mereka? Berikut adalah data yang berhasil saya rangkum dari perempuan-perempuan hebat yang produktif tersebut.

Usaha Makanan

Ibu Santi, memiliki omzet minimal Rp 2 juta per bulan, bahkan sampai RP 12 juta di Bulan Ramadhan, dengan keuntungan sekitar 50% – 60%. Melalui merk “mamasan_kitchen”, Ibu Santi membuat aneka desert, cake kekinian, puding, dan kue kering yang rasanya tidak kalah dari toko kue mahal dan terkenal.  Ibu Santi juga menerima order masakan seperti paket nasi kuning menara, ayam ungkep dan aneka masakan tradisional. Dibantu aplikasi Instagram, konsumennya bahkan sudah sampai ke wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi. Modalnya adalah peralatan memasak yang ada di dapurnya serta semangat terus belajar memasak makanan-makanan kekinian sampai menemukan formula resep yang menghasilkan makanan yang enak dan layak jual.

 Usaha Katering

Nyra Cook & Pastry, usaha katering yang secara rutin menerima pesanan partai besar sampai ratusan snack box atau nasi kotak. Beberapa Sekolah, Perusahaan, Bank besar di Depok bahkan telah menjadi konsumen langganannya. Tetapi Bu Dini, pemilik merk katering ini, tetap menerima pesanan dalam jumlah kecil. Berlatar belakang pendidikan memasak, Ibu Dini menerima pesanan menu masakan tradisonal seperti aneka paket nasi box, paket nasi kuning, dan lain-lain. Menghasilkan aneka produk kue-kue tradisional dan modern, kue kekinian, cake, dan kue kering. Modalnya sama dengan Ibu Santi, tidak ada ruang produksi khusus di rumahnya, hanya dapur tempat beliau memasak sehari-hari untuk anak-anak dan suaminya. Omzetnya berkisar Rp 4 juta – Rp 6 juta per bulan, dengan keuntungan 35% -50%.

Usaha Dagang Pakaian dan ATK (Alat Tulis kantor

Bunsab, demikian ibu rumah tangga satu ini dipanggil, di lingkungannya dikenal sebagai pedagang  yang menyediakan berbagai  jenis produk pakaian dan ATK. Karena keuletannya, omzetnya mencapai Rp 10 juta – Rp 15 juta per bulan, dengan keuntungan berkisar antara 10% – 20%. Tidak ada proses produksi, Bunsab berdagang produk jadi yang dibeli dari distributor.  Bunsab memiliki kecakapan menguasai marketing mix yang terus diasah sehingga jaringan pemasarannya semakin luas. Karena itulah, seringkali produsen atau pedagang lain menitipkan produk makanan atau produk apa saja untuk ditawarkan oleh Bunsab ke konsumen-konsumennya.

Pebisnis Home Spa

Ibu Emira menjadi salah satu pebisnis home spa yang sukses, dengan portofolio bisnisnya yang sudah mencapai level yang cukup tinggi. Produk yang ditawarkan berasal dari salah satu perusahaan anti aging terbesar di dunia. Konsumen bisa menjadi pemakai produknya atau menjalankan bisnis home spa juga. Kemudian beliau juga membuka franchise home spa. Saat ini, Ibu Emira bahkan bekerja sama dengan baby home spa dan produknya menjadi tambahan layanan untuk ibu sang bayi. Alasan Ibu Emira menjalankan bisnis ini adalah karena ibu rumah tangga sukar keluar rumah untuk perawatan wajah dan tubuh. Kini,  konsumennya sebagian besar didatangi oleh tim Ibu Emira untuk melakukan perawatan di rumah masing-masing. Memasuki tahun ke-5 dari bisnis yang digeluti tersebut, Ibu Emira kini telah memperoleh pendapatan dikisaran Rp 15 juta.

Usaha-usaha yang mereka jalankan selain lebih memajukan perekonomian keluarga, juga berimbas ke usaha lainnya. Penjual bahan baku dan distributor barang yang mereka beli, jasa pengiriman paket atau ojek online, tim dan asisten mereka, ikut menggeliat ekonominya bersama usaha mereka. Mereka menambah pendapatan daerah dari usaha ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga ternyata bisa menggeliatkan perekonomian.

Dikutip dari website CNN Indonesia (19 Oktober 2018), diakses pada 14 Januari 2019, https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20181018210657-92-339664/hanya-31-persen-penduduk-produktif-di-ri-yang-wirausaha  , Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana mengatakan bahwa wirausaha di Tanah Air baru mencapai 3,1 % dari total penduduk usia produktif. Bagaimana kalau di tahun 2020, sebanyak 3,1% ibu rumah tangga di Depok memiliki usaha di rumah?

Data dari Kota Depok Dalam Angka Tahun 2019, diakses pada 14 Januari 2019, dari https://www.slideshare.net/mobile/dr_Qiqi/kota-depok-dalam-angka-2019 , jumlah ibu rumah tangga di Depok adalah sebanyak 378.276 orang. Kalau saja 3,1% dari mereka (11.727 orang) melakukan aktfitas bisnis di rumah seperti Ibu Santi, kemudian 11.727 x keuntungan Rp 1.000.000 (50% dari omzet Rp 2 juta per bulan) x 12 bulan, maka akan menghasilkan Rp 140.724.000.000 per tahun.

Wakil Walikota Depok Bapak Pradi Supriatna mengatakan dalam satu acara di Gedung DPRD Depok pada Bulan November 2019, dikutip dari vivanews.com, (2 November 2019), https://www.google.com/amp/s/www.vivanews.com/amp/berita/metro/16664-2020-pendapatan-kota-depok-ditargetkan-naik-rp135-miliar  , diakses pada 14 Januari 2019, bahwa Pendapatan Daerah kota Depok tahun 2019 adalah Rp 2,791 triliun. Kemudian diestimasi naik menjadi 2,92 triliun pada RAPBD tahun 2020. Berarti estimasi Rp 140.724.000.000 menyumbang kenaikan sebesar 4,8% untuk Pendapatan Daerah Depok. Tanpa sadar ibu rumah tangga bisa menggerakan Perekonomian Regional. Sebuah gerakan yang luar biasa dan penulis berharap bahwa tulisan ini bisa menginspirasi Ibu-Ibu Rumah Tangga di Depok khususnya dan semua masyarakat yang membaca tulisan ini dimanapun. (*)