Berharap Kesejahteraan Guru PAI Diperhatikan

In Metropolis
Seminar pendidikan AGPAI Kota Depok
PENGHARGAAN : Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Depok memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin, serta Kasi Pendidikan dan Kependidikan Islam Kemenag Kota Depok Ahad Sadeli, disaksikan Walikota Depok Mohammad Idris, dan Kepala Kantor Kemenag Depok Asnawi. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Depok menggelar silaturahmi akbar guru PAI Kota Depok Ke-3, di Balaikota Depok, pada Selasa (14/1). Sebanyak 478 guru PAI berasal dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK berkumpul dalam giat dengan tema Membumikan Islam Rahmatan Lilalamiin.

Walikota Depok Mohammad Idris menuturkan, Pemkot Depok mendukung penuh kegiatan yang dilakukan guru PAI. Idris berjanji memperhatikan kesejahteraan para guru PAI.

“Saya sepuluh tahun menjadi guru PAI, jadi tahu betul kondisinya. Saya guru PAI yang jadi Walikota,” kata Idris.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi mengatakan, guru PAI agar terus meningkatkan kompetensi diri guna melahirkan generasi muda berkualitas.

“Guru PAI harus menjadi contoh dalam upaya meningkatkan kompetensi diri. Dengan guru berkualitas, maka lahir generasi muda berkualitas,” tutur Asnawi.

Asnawi berharap, Pemkot Depok lebih memperhatikan kesejahteraan guru PAI. Karena masih banyak guru PAI yang belum memiliki kesejahteraan secara merata. Pemerintah harus paham, di Depok masih kekurangan jumlah guru PAI.

“Ada guru PAI yang merangkap guru kelas, ada guru kelas tidak memiliki ilmu agama tetapi jadi guru PAI. Kami berharap guru PAI yang belum sertifikasi diperhatikan,” harap Asnawi.

Sementara itu, Ketua Umum DPD AGPAII Kota Depok, Safrudin mengatakan, peran guru PAI sangat strategis dalam mewujudkan visi religius Kota Depok.

“Implementasinya sudah nyata melalui kelas sahabat Quran yang digalakan sekolah. Tapi semua itu harus ditingkatkan, karena peran guru PAI sangat startegis dalam mewujudkan kehidupan religius,” ucap Safrudin.

Ia juga menyoroti masalah belum adanya standar penghitungan gaji guru di sekolah swasta, dimana banyak guru yang kerja sebulan menggunakan hitungan kerja seminggu.

“Sampai saat ini belum ada standar baku dalam penghitungan gaji guru disekolah-sekolah swasta. Banyak guru yang kerja sebulan namun digaji dengan hitungan kerja seminggu,ini tidak baik,” tambahnya.

Safrudin berharap Kota Depok mengambil inisiatif untuk menjadi kota pertama yang memiliki standar baku dalam penghitungan gaji guru. “Semoga kedepannya kesejahteraan guru PAI di Depok semakin meningkat,” harapnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan Seminar Pendidikan Hipnosis Alquran menghadirkan narasumber nasional Tubagus Wahyudi. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar : (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pembuatan akta kelahiran di depok

Pemohon Akte Kelahiran Fluktuatif di Depok

MENGURUS BERKAS : Sejumlah warga berada di Ruang Pelayanan Disdukcapil, Balaikota Depok untuk mengurus berkas

Read More...
edi sitorus wawancara

Demokrat Depok Siapkan Simbolisasi Penyerahan SK

BERI KETERANGAN : Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus saat dikonfirmasi awak media

Read More...
idris AHY imam

Idris-IBH Banjir Dukungan Komunitas

SIAP GERAK : Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) diapit Bakal Calon Walikota

Read More...

Mobile Sliding Menu