Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Transpotasi berbasis rel yang digadang-gadangkan Walikota Depok, Mohammad Idris rupanya tidak main-main. Wacana yang sudah dituangkan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono. Ternyata, sudah diajukan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Direktur Prasarana BPTJ, Edi Nursalam mengaku, sudah menerima usulan Pemkot Depok terkait monorel. Pada prinsipnya BPTJ mendukung karena usulannya sesuai dengan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Dan bila ini direalisasikan tentunya feeder KRL dan LRT Jabodetabek akan menjadi solusi kemacetan lalu lintas di Kota Depok. “Kami mendukung karena sesuai RITJ. Nanti kami kaji lagi,” singkatnya kepada Radar Depok, Kamis (30/1).

Sementara itu, Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkap, proyek monorel tidak bisa mengandalkan dana dari APBD Kota Depok. Tapi, dia yakin proyek tersebut bakal menghabiskan biaya Rp3 triliun, untuk satu koridor. Depok berencana membangun empat koridor.

“Makanya ini kita konsep nanti akan ditawarkan ke investor, kalau mau didanain silakan,” bebernya kepada Harian Radar Depok, Kamis (30/1).

Walikota menyebut, monorel merupakan moda transportasi berbasis rel tunggal yang berbeda dengan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta, dan Lintas Rel Terpadu (LRT). Menurutnya, Depok tidak bisa menggunakan MRT maupun LRT. “Untuk Depok sulit (MRT/LRT) karena jalannya belum direkayasa, sebab itu kita gunakan konsep Monorel,” terangnya.

Idris mengaku, konsep monorel telah diajukan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk dikaji. Dia menegaskan, belum ada pembahasan detail mengenai wacana tersebut. “Kami baru berdiskusi saja dengan BPTJ, membahas masalah transportasi dan lalu lintas. Pada waktu yang bersamaan kami ajukan fisible studies monorail tersebut, untuk dikaji kembali,” bebernya.

Pemkot Depok mewacanakan membangun transportasi berbasis rel untuk mengatasi kemacetan. Proyek itu disebut bakal menelan Rp12 triliun untuk empat koridor. Keempat koridor tersebut, yakni koridor 1 sepanjang 10,8 km dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur.

Koridor 2 sepanjang 16,7 km dari TOD Depok Baru sampai Cinere, dan diharap terkoneksi dengan stasiun MRT Lebak Bulus. Koridor 3 sepanjang 10,7 km dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari. Terakhir, koridor 4 sepanjang 13,8 km dari TOD Depok Baru sampai TOD Gunung Putri.

“Ini mimpi atau wacana, kalian tahu kan arti rencana dan wacana. Tapi wacana ini berdasarkan ilmiah karena yang melakukannya adalah para pakar,” jelasnya.(rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)