cimpaeun darurat sampah
KOTOR : Pengendara melintasi TPS liar di kawasan RW13 Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
cimpaeun darurat sampah
KOTOR : Pengendara melintasi TPS liar di kawasan RW13 Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, dinilai masih belum maksimal. Pasalnya,masih banyaknya tumpukkan sampah di lingkungan RW13, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos.

Lurah Cimpaeun, Hidayat mengungkapkan, dirinya sudah beberapa kali menangani permasalahan yang tak kunjung beres hingga saat ini.

“Yang di Jalan Raya Tapos sudah kita tanami pohonan, sekarang masyarakat buang sampahnya pindah ke lahan kosong lainnya,” ucapnya kepada Radar Depok, Selasa (21/1).

Padahal, kata dia, berbagai sosialisasi telah dilakukan pihak kelurahan dan pengurus lingkungan. Namun, sepertinya memang kesadaran masyarakatnya yang belum paham akan kebersihan lingkungan sekitar.

“Sosialisasi sudah sering dilakukan, kami juga sudah pasang berbagai peringatan di lingkungan yang sering menjadi pembuangan sampah liar. Namun, tetap saja tidak ada perubahan,” lanjutnya.

Nantinya, sambung Hidayat, lahan yang berdekatan dengan kali itu akan segera ditindaklanjuti agar lingkungan kembali bersih dan nyaman.

“Mungkin kita akan gunakan alat berat, untuk mengangkut seluruh sampah yang menumpuk di lingkungan RW 13 tersebut. Kita pun berniat akan bikin pagar, agar tidak langi membuang sampah sembarangan, tetapi kita juga masih mempertimbangkan anggaran yang bisa dipastikan cukup mahal,” imbuhnya.

Hidayat pun berharap, setelah dilakukan pembersihan siharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah secara sembarangan dan lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan.

“Karena sampah bukan menjadi urusan pemerintah saja, ini menjadi tugas kita bersama untuk saling  menjaga kebersihan dan menjadikan Cimpaeun yang bersih, nyaman dan terbebas dari udara yang tidak sedap,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)