jumantik kelurahan cilangkap
LAPORAN : Kader Jumantik dari tiap RW melaporkan hasil kerjanya dan melakukan evaluasi, di aula Kantor Kelurahan Cilangkap, Rabu (8/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
jumantik kelurahan cilangkap
LAPORAN : Kader Jumantik dari tiap RW melaporkan hasil kerjanya dan melakukan evaluasi, di aula Kantor Kelurahan Cilangkap, Rabu (8/1). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Kelurahan Cilangkap, Tapos menunjukan kinerja luar biasa luar biasa. Dari 22 RW di wilayah yang dipimpin Suaibun tersebut, penanganan jentik nyamuk telah mengcover 94 persen.

Koordinator Kader Jumantik, Sri Rahayu mengungkapkan, kader Jumantik di Kelurahan Cilangkap sudah mengerjakan tugasnya dengan sebaik mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke setiap rumah warga, rutin setiap Jumat. Yang dilakukan pengecekan antara lain, bak mandi, selokan, tempayan serta tempat pengumpulan barang bekas,” ucapnya kepada Radar Depok, Rabu (8/1).

Ia menyebutkan, dalam setiap pengecekan hasilnya cukup bervariatif dan hasilnya pun tiap tahunnya dilaporkan ke kelurahan serta  Kelompok Kerja (Pokja)  4.

“Hasilnya variatif, ada yang positif dan ada yang negatif. Jika hasilnya negatif, maka kita akan segara berikan penyuluhan di tempat serta memberikan arahan langsung kepada sasaran,” jelasnya.

Arahan yang diberikan, sambung Sri Rahayu, berupa bagaimana bahaya dari jentik, tempat-tempat yang menjadi sumber jentik dan bagaimana cara menanganinya

“Dalam setiap laporan perbulan yang dilaporkan, kita evaluasi bersama. Dengan adanya pelaporan setiap bulan, jadi kita bisa mengetahui tempat mana saja yang menjadi prioritas utama untuk dilakukan penyuluhan,”  paparnya.

Ia berharap, dari 22 RW yang ada di Kelurahan Cilangkap dapat mencapai target yang telah ditentukan.

“Tahun lalu, Jumantik sudah mencapai 90 persen dan saat ini alhamdulillah sudah mencapai 94 persen. Berarti sudah ada peningkatan yang cukup signifikan, ini juga berkat bantuan Kelurahan yang terus memberikan stimulan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kelurahan Cilangkap, Novyanti mengungkapkan, untuk memutus mata rantai jentik itu bisa terbilang tidak mungkin, tetapi Cilangkap terus berupaya menekan angka peningkatan.

“Kalau bicara jentik untuk memutus mata rantainya bisa dibilang ga mungkin. Tetapi kita mencoba menekan angka peningkatan nya, maka dengan demikian angka jentik di Cilangkap semakin menurun,” ucap Novyanti. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)