titik banjir di kelurahan pengasinan
MELUAP : Satgas Banjir DPUPR Kota Depok menormalisasi aliran Kali Putih di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kamis (19/12). FOTO : DICKY/RADAR DEPOk
titik banjir di kelurahan pengasinan
MELUAP : Satgas Banjir DPUPR Kota Depok menormalisasi aliran Kali Putih di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan. FOTO : DICKY/RADAR DEPOk

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 90 titik banjir dan longsor berhasil dipetakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok. Pemetaan tersebut dilakukan selama 10 hari sejak terjadinya banjir di Depok.

Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, dari 90 titik banjir dan longsor tersebut, hampir semua lokasi sudah ditangani Tim Penanggulangan Bencana Kota Depok.

“ Sebagian besar wilayah banjir dan longsor sudah ditangani, khususnya wilayah dengan dampak paling parah,” kata Dadan kepada Radar Depok, Jumat (10/1).

Dadan merinci, ada  52 titik didominasi longsor sedangkan 38 lainnya adalah banjir. Sejumlah titik tersebut tersebar di beberapa wilayah yang ada di Kota Depok.

“ Titik longsor berada di wilayah Komplek Samudera, RW 06, Kelurahan Depok, Jalan Raya Andara Kelurahan Pangkalan Jati, Jalan Pitara Pancoran Mas (Panmas), dan Perumahan PGRI, Kelurahan Cilodong,” bebernya.

Dia menjelaskan, untuk titik banjir antara lain di Kampung Lio, RT9/19, Kecamatan Pancoranmas . Kemudian, Masjid Mampang, Komplek Marinir Parung Bingung, dan Rutan Cilodong.

“Ada empat wilayah yang kami usulkan tanggap darurat bronjong. Namun, yang disetujui hanya dua yaitu sungai di sepanjang Cipayung dan Tanah Baru,” tuturnya.

Dadan menambahkan,  untuk penanganan yang tidak masuk dalam biaya tanggap darurat, akan dikerjakan melalui pengajuan BelanjaTidak Terduga (BTT) 2020. Dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

“Saat ini Satgas kami melakukan penanganan sementara dengan pemasangan cerucuk bambu dan karung tanah, serta terpal agar longsor tidak meluas. Sementara untuk penanganan banjir, kita lakukan pengangkatan sampah di saluran yang tersumbat,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)