faizin cek lokasi proyek pemprov jawa barat
MENINJAU : Anggota Komisi IV DPRD Jabar, M. Faizin (kanan) bersama Anggota Komisi IV lainnya saat meninjau proyek Pemprov Jabar. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
faizin cek lokasi proyek pemprov jawa barat
MENINJAU : Anggota Komisi IV DPRD Jabar, M. Faizin (kanan) bersama Anggota Komisi IV lainnya saat meninjau proyek Pemprov Jabar. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bencana banjir dan tanah longsor di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat awal 2020 seharusnya dapat diantisipasi sejak dini, jika kebijakan pembangunan pemerintah memperhatikan lingkungan.

“Banjir merupakan bencana tahunan yang smestinya bisa diantisipasi lebih dini. Pemerintah daerah harus bersinergi untuk melakukan pembangunan yANg memperhatikan lingkungan,” tutur Anggota DPRD Jabar, M. Faizin kepada Radar Depok, Jumat (3/1).

Anggota Komisi IV DPRD Jabar ini mengungkapkan, perbaikan dan pembangunan drainase harus juga menjadi prioritas dalam pembangunan ke depan, seiring dengan program revitalisasi Situ di bumi Pasundan.

“Ini untuk membuat jalan air lebih lancar dan tidak membanjiri satu wilayah. Situ yang direviutalisasi juga akan berfungsi maksimal sebagai tandon air,” ungkapnya.

Selain itu, sambung politikus muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta Dinas Lingkungan Hidup lebih berdaya untuk memetakan beberapa prosentase kerusakan alam di Jabar dan membuat planing penanganan lebih tersistem dengan prioritas jangka pendek menengah dan panjang agar lebih teknis langkahnya.

“Misalkan melakukan reboisasi, penurapan ditebingan dan lainnya,” papar Faizin.

Menurutnya, pembangunan yang terencana dan berkelanjutan adalah kunci dari persoalan dampak lingkungan yang muncul, misalkan bagaimana bongkar pasang galian kabel yang banyak menyatu di gorong-gorong atau drainase.

“Yang model begini selalu berulang-ulang bongkar pasang,” geramnya.

Ia menambahkan, terkait izin pertambangan di Jabar pun harus ditinjau ulang, apakah sudah benar pelaksanannya sesuai dengan rekomendasi teknis atau malah melenceng jauh. Sehingga, berimbas pada kerusakan lingkungan.

“Karena banyak temuan di lapangan, dari sisi pelaksanaan sudah banyak melanggar. Terlebih penambangan-penambangan liar,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)