polres metro depok rilis penyitaan ganja
DIRILIS: Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menunjukan barang bukti ganja kering siap edar yang ditemukan di sebuah kontrakan saat banjir di Pasir Putih. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
polres metro depok rilis penyitaan ganja
DIRILIS : Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menunjukan barang bukti ganja kering siap edar yang ditemukan di sebuah kontrakan saat banjir di Pasir Putih. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Teka–teki kepemilikan ganja kering siap edar seberat 51 kilogram yang ditemukan di rumah seorang warga saat bencana banjir menerjang kawasan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, akhirnya menemukan titik terang.

Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Polres Metro Depok, barang haram tersebut diduga dikendalikan seorang narapidana dari dalam selnya.

Polrestro Depok memilih langkah cepat, sang pemilik rumah tempat penyimpanan ganja tersebut sebagai tersangka. Pria 44 tahun itu diyakini petugas berperan sebagai seorang kurir sekaligus pengedar.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengungkapkan, tumpukan ganja dan sabu itu didapati pihaknya usai membantu warga membersihkan rumah usai diterjang banjir pada Kamis siang, 2 Januari 2020.

“Pada saat pengecekan di salah satu rumah warga Ternyata didapati benda mencurigakan dan setelah dicek diperiksa ternyata itu ganja yang siap diperjual belikan,” kata Azis, Jumat (3/12).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui Sadaan adalah seorang residivis atas kasus serupa. Ia bahkan pernah dihukum pada tahun 2013 dan mendapat ancaman hukuman lima tahun.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dia mengaku memperoleh barang itu dari Sumatera dan ordernya didapatkan oleh salah satu narapidana yang ada di LP Cipinang, tapi pengakuannya perlu didalami lagi,” jelas Azis.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 114 tahun 2009 tentang narkotika yang ancamannya seumur hidup. Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Tersangka kita kenakan pasal 114 ancamannya cukup berat, apalagi yang bersangkutan pernah residivis, jadi akan lebih berat ya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)