Harlah ke 47
POTONG TUMPENG : Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita lutfiyah didampingi sejumlah pengurus saat menyerahkan potongan tumpeng kepada K. H Ahmad Damanhuri pada tasyakuran Harlah ke-47 PPP di kediamannya Jalan Sawangan Elok No. 1 RT 3/RW 8, Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari, Minggu (5/1). Foto:RICKY /RADAR DEPOK
Harlah ke 47
POTONG TUMPENG : Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita lutfiyah didampingi sejumlah pengurus saat menyerahkan potongan tumpeng kepada K. H Ahmad Damanhuri pada tasyakuran Harlah ke-47 PPP di kediamannya Jalan Sawangan Elok No. 1 RT 3/RW 8, Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari, Minggu (5/1). Foto:RICKY /RADAR DEPOK

WWW.RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada tasyakuran Harlah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-47, Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah mengajak kader milenial untuk tidak melupakan sejarah jasa ulama (Jas Hijau).

Diketahui Tasyakuran Harlah ke-47 PPP, di Kota Depok dilaksanakan di kediaman Qonita Lutfiyah di Jalan Sawangan Elok No. 1 RT3/8, Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari, Minggu (5/1).

Agenda yang mengusung tema “Mengamalkan Keislaman Untuk Indonesia Maju” ini turut dihadiri Walikota Depok, Mohammad Idris, sejumlah ulama, pengurus dan kader milenial partai berlambang Kabah tersebut.

“Kami sengaja mendatangkan kader milenial untuk mengetahui sejarah PPP, siapa-siapa yang mendirikan partai serta Ketua Umum (DPP) PPP Pusat dari pertama kali berdirinya partai,” kata Qonita kepada Radar Depok.

Ia mengungkapkan, PPP lahir dari rahim ulama dan merupakan partai yang berazaskan Islam pertama di Indonesia. Sehingga, negara dengan mayoritas penduduk memeluk Islam, sudah seharusnya PPP besar dan tidak boleh kalah dengan partai lainnya.

“Itu menjadi kekuatan PPP untuk menghadapi kontestasi Pemilu maupun Pilkada Depok yang akan dilaksanakan 23 September mendatang,” papar Qonita.

Terlepas akan memajukan kadernya atau tidak pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020, ia mengajak seluruh pengurus dan kader untuk terus mengedepankan politik santun dan beretika.

“PPP harus eksis berjuang di Kota Depok. Saya pun mengajak kader PPP Kota Depok, kita harus bangun berpolitik santun dan beretika,” ujarnya.

Hal tersebut, sambung putri K.H Syukron Mamun ini dengan cara berkompetisi secara sehat, baik adu visi misi, gagasan, ide dan menawarkan program serta solusi yang dihadapi warga dan Kota Depok.

“Harusnya menawarkan program dan visi misi, bukan dengan politik kebencian, bukan dengan politik adu domba,” tegasnya.

Anggota DPRD Kota Depok ini juga mengingatkan bahwa PPP lahir dari ulama. Sehingga, seluruh pengurus, kader bahkan simpatisan dan masyarakat yang pro terhadap PPP agar tidak melupakan sejarah dan jasa ulama.

“Kita punya Jas Hijau, PPP harus selalu dekat dengan ulama, kita harus cinta kepada ulama, kita minta masukan dari ulama. Karena PPP lahir dari ulama,” tutupnya.

Sementara, Sekjen DPC PPP Kota Depok, Mamun Abdullah menambahkan, rangkaian tasyakuran diawali denganTahlil dan Dzikir oleh KH. Hasan Syahroni, kemudian pembacaan ayat suci Al – Qur’an dari Ust. Junaedi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPP.

“Ada tausiyah dari KH. Ahmad Damanhuri, KH. Sya’roni dan KH. Hasan Syahroni. Alhamdulillah, tasyakuran kami turut dihadiri Walikota Depok, bapak Mohammad Idris,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengadakan Lomba menyanyikan lagu mars PPP memperebutkan Piala Ketua DPC PPP Kota Depok.

“Terima kasih kepada para ulama kami, Walikota Depok dan seluruh undangan yang hadir pada tasyakuran ini,” ucap Mamun. (cky)