longsor di kerukut berbahaya
BAHAYA : Kondisi Jalan Raya Krukut membahayakan, pascalongsor yang terjadi beberapa waktu lalu. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
longsor di kerukut berbahaya
BAHAYA : Kondisi Jalan Raya Krukut membahayakan, pascalongsor yang terjadi beberapa waktu lalu. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bagi pengendara yang melintas di Jalan Raya Krukut tentu perlu berhati-hati. Selama belum ada perbaikan, sebagian jalan terdampak longsor saat ini di tahan menggunakan bambu dan material seadanya.

Guna meminimalisir kecelakaan, dan dampak longsor yang lebih meluas, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok secara bertahap tengah memperbaiki sejumlah turap yang longsor dan amblas menggunakan batang bambu.

Menurut warga Grogol, Jamal mengatakan, perlu ada tindakan cepat, karena sejumlah jalan yang longsor retak hingga badan jalan Raya Krukut. “Kalau tidak segera diperbaiki, khawatir longsor,” terangnya.

DPUPR mengaku melakukan pengecekan secara bertahap, bahkan sudah mulai menangani perbaikan sementara menggunakan cerucuk bambu dan karung berisi pasir di beberapa titik rawan longsor.

Berdasarkan hasil pemetaan DPUPR Kota Depok mengusulkan empat titik lokasi yang parah terjadi longsor untuk mendapatkan dana bantuan tanggap darurat dengan memakai kawat bronjong batu namun yang disetujui hanya dua lokasi saja yaitu di sepanjang Jalan Raya Cipayung – Pitara dan kawasan Jalan Raya Tanah Baru pinggiran Kali Krukut.

Sedangkan untuk penanganan yang tidak masuk dalam biaya tanggap darurat, akan dikerjakan melalui pengajuan Belanja Tidak Terduga (BTT) 2020 dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

“Yang jelas saat ini satuan tugas (Satgas) DPUPR Kota Depok tengah melakukan perbaikan sementara di beberapa kawasan longsor khususnya pinggir Kali Krukut agar tidak meluas longsornya,” kata Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rusatandi. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)