kampung KB Pondok Jaya jumat berkah
JUMAT BERKAH : Pengurus Kampung KB RW 02 Pondok Jaya, Yogi saat membagikan beras kepada warga yang terdampak banjir di Posyandu Delima RW 02 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (03/01). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
kampung KB Pondok Jaya jumat berkah
JUMAT BERKAH : Pengurus Kampung KB RW 02 Pondok Jaya, Yogi saat membagikan beras kepada warga yang terdampak banjir di Posyandu Delima RW 02 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (03/01). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Belum lama dikukuhkan sebagai Kampung KB, RW02 Kelurahan Pondok Jaya langsung sigap menerapkan salah satu dari delapan fungsi keluarga, yakni fungsi kasih sayang. Di tengah banjir melanda, para pengurus Kampung KB berbagi sedekah di Jumat Berkah di Posyandu Delima RW 02, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (3/1).

Salah satu pengurus Kampung KB, Yogi yang didaulat sebagai Koordinator Jumat Berkah Berbagi Sedekah mengatakan, aksi sosial ini sebagai bentuk implementasi nyata pengurus kepada warganya di Kampung KB. Sebab, ada beberapa warga yang terdampak banjir meski ketinggiannya masih dalam tahap kondusif.

“Ada sebagian warga yang kena. Makanya kami bersama aparatur kelurahan inisitatif membagikan beras kepada warga yang terdampak. Ini bisa jadi batu loncatan untuk melakukan fungsi lainnya,” Jelas Yogi saat dikonfirmasi Radar Depok.

Diketahui pembagian dilakukan kepada 30 KK yang terdampak di RW02 maupun RW03, Guna memenuhi kebutuhan makan warga,  50 kilogram beras disiapkan pengurus Kampung KB bersama dengn pihak kelurahan. Pendistribusian pun berjalan lancar, sebab warga bergantian mengambil jatah mereka yang terlebih dahulu sudah di data pengurus.

“Alhamdulilah semua berjalan lancar, kami bagikan ada yang sekilo ada yang dua kilo tergantung ada berapa jumlah penghuni dirumahnya,” tambah Yogi.

Ketua Pengurus Kampung KB yang juga sekaligus Ketua RW02 Lalan Mujlani mengapresiasi kerja kolektif yang ditunjukan para pengurus, terutama di saat darurat seperti ini langkah cepat harus kita lakukan untuk menjamin warga yang terdampak.

“Ya kita kan sudah saling kenal puluhan tahun, kalau ada banjir atau bencana, secara sendiri warga swadaya untuk bantu meringankan beban yang terdampak. Untung sekarang ada Kampung KB yang baru diresmiin sehingga langkah cepat bisa diambil,” ungkap Lalan.

Selain itu, Lalan kembali menegaskan bahwa Kampung KB tidak bersifat kaku melainkan lebih fleksibel dengan landasan delapan fungsi delapan keluarga sehingga apa yang dituju menjadi tercapai di Kampung KB ini.

“Untuk kampung KB ada satu fungsi untuk lingkungan, yang mana memang lingkungan harus di jaga dan di rawat sehingga tidak menjadi ancaman bagi orang.” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)