basket kota depok juara
KEJUARAAN : Elite Skills Kota Depok berhasil meraih team fairplay di 7th International Basketball Championship 2019 di Han Chiang Stasium Penang, Malaysia. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS / RADAR DEPOK
basket kota depok juara
KEJUARAAN : Elite Skills Kota Depok berhasil meraih team fairplay di 7th International Basketball Championship 2019 di Han Chiang Stasium Penang, Malaysia. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Klub Elite Skills dari Kota Depok berhasil mendapatkan peringkat 12 dari 16 peserta di Kejuaraan 7th International Basketball Championship yang digelar di Penang, Malaysia pada 3-10 Desember 2019. Klub basket Depok ini memenangkan team fairplay, yaitu tim dengan usaha dan perlawanan paling baik dan berhasil mendapatkan piala dan piagam.

“Ini kali pertama tim basket dari Kota Depok tampil dan ikut di event kejuaraan Internasional. Peringkat 12 dari 16 peserta merupakan hal yang patut dibanggakan,” ujar Kepala Pelatihan Bakset Kota Depok, Ari Adiska kepada Radar Depok.

Ari menjelaskan, persiapan latihan selama 3 bulan dari September hingga November. Seleksi mulai dari September, tim baru terbentuk di Oktober dan memulai latihan sebanyak seminggu 3 kali.

“Kami membawa sebanyak 14 atlet terdiri dari beberapa pemain Elite Skills, Nusantara Basketball Club (NBC), dan Royal Abrea. Serta 3 official,” tambah Ari.

Ari mengungkapkan, pertandingan ini dibatasi untuk kelompok umur maksimal 16 tahun. Sedangkan dari Depok, usia pemain dari 14-15 tahun, hal ini memungkinkan  tim basket dari Kota Depok dapat kembali mengikut kejuaraan di tahun depan.

“Di kejuaraan ini umur peserta dibatasi maksimal yang berumur 16 tahun. Untuk pemain di Kota Depok berumur 14-15 tahun, jadi di tahun depan jika ada kejuaraan yang sama, masih bisa mengikuti,” tutur Ari.

Ari mengatakan, untuk keseluruhan jumlah tim yang mengikuti dari seluruh dunia ada 8 yaitu Australia, Canada, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Cina. Suasana pertandingan berbeda, disana disediakan gor yang ber-AC, ada waktu bersih yang disediakan. Maksud dari waktu bersih adalah ketika bola masuk, bola point, bola out, dan time out waktunya diberhentikan. Hal ini berbeda dengan yang ada di Depok jadi anak-anak belum terbiasa dengan hal itu. Satu jam setengah waktu bersih yang disediakan.

“Saya bersyukur KONI, Pemerintah Kota Depok, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kota Depok, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Depok, dan Nusantara Basketball Club (NBC) mendukung anak-anak atlet usia muda pebasket Kota Depok untuk menunjukkan kemampuan di ajang internasional,” tegas Ari.

Ari mengatakan, KONI memberikan support dan dukungan dalam bentuk pembiayaan, sekitar 30 persen dari total biaya. Selain itu, untuk sepatu para atlet dibantu oleh Hoops Station dari Malaysia. Mr. Allen dan Mr. Liew selaku owner Hoops Station memberikan diskon. Namun ada sedikit kendala yang dihadapi hanya soal makanan, banyak makanan yang berlemak dan tidak baik untuk dikonsumsi para atlet.

“Saya berharap pebasket muda dari Kota Depok dapat lebih berkembang lebih jauh lagi dan menjadikan event ini motivasi. Apalagi kedepannya akan ada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Depok, saya berharap tidak hanya berani tampil di Kota Depok saja, tetapi hingga PON dan Timnas,” tutup Ari. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)