komunitas sastra di depok
ISTIMEWA
komunitas sastra di depok
ISTIMEWA

 

Dewasa ini anak-anak mulai meninggalkan budaya bersastra, padahal kehidupan bersastra merupakan akar budaya Indonesia. Bahkan tak jarang kita mengenal budaya sastra yang hidup tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.

Laporan: Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Komunitas Ranggon Sastra (KRS) merupakan komunitas yang dibentuk oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI. Kegiatan yang dilakukan tentu mempelajari seluk beluk dunia sastra, baik sastra tulis maupun sastra lisan.

Salah satu anggota KRS, Musalam Firman mengatakan KRS terbentuk sebagai wadah mahasiswa yang menggemari sastra. Era digital telah memunculkan lahirnya fenomena sastra dalam bentuk platform baru.

Hal itu ditandai dengan terjadinya pergeseran dalam penciptaan karya sastra. Dari semula karya sastra dibuat secara personal, dalam arti dibuat oleh hanya satu orang, menjadi karya sastra yang dibuat secara komunal alias bersama.

“Penciptaan karya sastra bersama ini dilakukan dengan cara berantai menggunakan media secara online. Ada juga yang membuat karya sastra bersama dengan menggunakan aplikasi media sosial seperti whatshap (WA),” tuturnya.

Hasilnya, berupa cerpen atau novel. Para pengarang ini bahkan ada dari kalangan dokter yang mempunyai minat pada dunia mengarang. “Platform sastra seperti ini menjadi potret perkembangan sastra saat ini dan di masa depan,” kata Firman.

Dengan terbentuknya KRS, dirinya berharap dapat menghidupkan kembali budaya bersastra di kalangan masyarakat. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)