Kondisi Rusunawa Depok Sejak 2004 : 16 Tahun Belum Direnovasi, Lantai Atas Sepi Peminat 

In Utama
Kondisi rusunawa yang tidak terawat
KUSAM : Warga beraktifitas di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Kampung Banjaran Pucung, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

Mulai dibangun tahap awal pada 2004 dan dilanjut tahap kedua 2007. Sempat dibiarkan terbengkalai selama beberapa tahun. Akhirnya mulai dihuni di tahun 2013. Dari awal berdiri Rusunawa belum pernah dilakukan perbaikan.

Laporan : Lutviatul Fauziah, Kota Depok

RADARDEPOK.COM – Cuaca mendung diiringi dengan angin semilir, menjadi penyambut saat tiba dikawasan Rusunawa Jalan Banjaran Pucung Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos Depok. Sejauh mata memandang, kawasan rusun ini, terlihat begitu sepi bak tak berpenghuni. Mungkin, karena memasuki jam kerja dan sekolah, sehingga keadaan begitu sepi.

Rusun yang dibangun pada dua tahap, yaitu 2004 dan 2007 yang diperkirakan sekitar seluas 1,2 hektar. Terdapat tiga tower yang menjulang setinggi empat lantai. Tower pertama berkelir orange dan hijau. Rusun inipun sempat terbengkalai beberapa tahun, hingga akhirnya pada 2013 sudah mulai ditempati.

Dalam satu tower terdapat 96 lokal yang terdiri dari empat lantai. Untuk sarana penunjang lain yang berada dikawasan ini pun bisa terbilang cukup lengkap. Mulai dari pojok baca, sarana ibadah yang berada dihalaman belakang. Dan juga fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan bersama oleh penghuni Rusun.

Beberapa fasilitas yang terkendala, menjadikan para penghuni Rusunawa mengungkapkan keluh kesahnya selama tinggal di kawasan tersebut. Salah satunya Toto, yang merupakan penghuni pertama saat Rusun ini dibuka pada 2013 silam.

Dia bertutur, pojok baca yang dikelola salah satu penghuni rusun seperti dijadikan hak milik dan jarang dibuka untuk umum. Padahal, itu merupakan fasilitas bersama untuk setiap ada yang ada disini.

“Harusnya itu pihak pengelola saja yang mengurus, jangan diserahkan kepada warga yang tinggal disini. Supaya tidak ada rasa memiliki fasilitas umum tersebut,” ucap pria paruh baya ini.

Pojok baca yang berada ditower B tersebut, memang harusnya dibuka setiap saat. Untuk meningkatkan pengetahuan dan minat baca para anak-anak yang tinggal di lingkungan Rusunawa. 

Selain masalah pojok baca yang perlu menjadi perhatian pengelola. Siti penghuni rusun juga menyebut, untuk air pun sangat dikeluhkan masyarakat.

“Yang banyak dikeluhkan oleh warga yang tinggal disini ialah air. Karena air merupakan kebutuhan sehari-hari yang sangat diperlukan, tetapi sering airnya tidak keluar, itulah yang menjadi hambatan terutama bagi kaum ibu-ibu,” ucap ibu dua anak ini yang sudah setahun tinggal di Rusunawa.

Menindaklanjuti keluhan dari warga yang tinggal di Rusunawa. Kelapa UPT, Tedy Mulyadi menjelaskan, hal-hal yang menjadi keluhan perlu segera ditindaklanjuti bersama.

“Yang tinggal di rusunawa ini sekitar 140-an Kartu Keluarga (KK), sehingga kebutuhan air dalam seharinya cukup banyak dan tak bisa dibendung. Sehingga sering kekurangan air, tetapi kita juga akan segera menindaklanjuti dan melakukan perbaikan demi kenyamanan bersama,” jelasnya.

Teddy menjelaskan, dari tiga tower masih banyak ruang yang masih kosong. Ini dikarenakan, banyak warga yang tidak mau tinggal terlalu tinggi.

“Untuk yang kosong memang masih cukup banyak, dilantai emapat sendiri memang tidak ada yang mau, dengan alasan teralu tinggi,” tuturnya. 

Jadi, saat ini seluruh lantai empat di setiap tower masih kosong. Kurang lebih 300 ruangan lagi yang masih kosong. Sejak didirikan, Rusunawa memang belum pernah dilakukan renovasi yang signifikan. Terlihat dari cat yang sudah mulai memudar, hingga ditemukan beberapa atap yang bocor ketika hujan turun.

Untuk masyarakat yang ingin tinggal di Rusunawa ini. Wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berlokasi di Kota Depok. Serta maksimal memiliki dua orang anak saja. Karena, luas lokal yang disewakan hanya tipe 21, yang tidak memungkinkan untuk diisi oleh banyak orang.

Secara kebersihan, kawasan ini bisa dikatakan cukup bersih. Tidak ada sampah yang berserakan maupun rumput liar yang mengganggu pemandangan. Serta ada pula petugas kebersihan yang selalu siap siaga membersihkan kawasan Rusunawa.

“Kami memang menyediakan petugas kebersihan, tetapi hanya untuk kawasan yang umum saja. Kalau untyuk perlantai mereka ada kegiatan kerja bakti sendiri,” lanjut dia.

Bagi masyarakat yang ingin menyewa tempat tinggal di Rusunawa tak perlu khawatir. Harga yang ditawarkan pun cukup ramah dikantong. Setiap satu ruang yang disewa untuk lantai paling rendah dengan harga Rp250 ribu, dan setiap naik satu lantai biaya sewa berkurang Rp25 ribu. “Biaya sewa dengan keadaan ruangan kosong dan belum termasuk peralatan rumah tangga. Serta diluar dari biaya listrik,” tandas pria bertubuh gempal ini. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...
Robot ikut sosialisasi masker

Berkostum Robot, Polsek Cimanggis Hebohkan Sosialisasi Masker

UNIK : Anggota Polsek Cimanggis adakan sosialisasi masker dengan menggunakan kostum unik, di depan kantor

Read More...

Mobile Sliding Menu