banjir di komplek marinir kecamatan beji
TERKEPUNG BANJIR : Banjir merendam pemukiman warga di Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (1/1). Hujan yang mengguyur Kota Depok dengan intensitas tinggi sejak Selasa (31/12) menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
banjir di komplek marinir kecamatan beji
TERKEPUNG BANJIR : Banjir merendam pemukiman warga di Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (1/1). Hujan yang mengguyur Kota Depok dengan intensitas tinggi sejak Selasa (31/12) menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

JAKARTA – Sampai pukul 09:00 Jumat (3/1), berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat korban meninggal banjir besar di kawasan Jabodetabek, sebanyak 43 jiwa.

Rincian dari jumlah tersebut, paling banyak berada di Kabupaten Bogor yang mencapai 16 jiwa. Diposisi kedua terbanyak berada di Kabupaten Lebak sebanyak 8 jiwa, dan terbanyak ketiga di wilayah Jakarta Timur sebanyak 7 jiwa.

Sementara untuk wilayah lainnya adalah Jakarta Pusat tercatat 1 jiwa, Jakarta Barat 1 jiwa, Depok 3 jiwa, Bekasi 3 jiwa, Bogor 1 jiwa, Tangerang dan Tangerang Selatan Masing-masing 1 jiwa, dan terakhir Kabupaten Bekasi 1 jiwa.

Dari sekian banyak korban yang meninggal tersebut, penyebab yang utamanya adalah terseret arus banjir, yakni mencapai 17 orang. Selanjutnya 12 orang karena tertimbun tanah longsor. Tetapi, ada juga penyebab lainnya, seperti hipotermia sebanyak 3 jiwa, tersengat listrik 5 orang, dalam pendataan dan hilang masing-masing 5 dan 1 orang.

Sebagai informasi, hujan tampaknya masih akan mengguyur beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, analisis BMKG bahwa tanggal 5 – 10 Januari 2020 akan masuk aliran udara basah dari arah Samudra Hindia sebelah barat pulau Sumatera di sepanjang ekuator.

Kondisi berdampak meningkatnya intensitas curah hujan menjadi lebih ekstrim, sehingga masih akan berpotensi hujan ekstrem di wilayah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi sampai Lampung, termasuk Jawa, tentunya Jabodetabek. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)