KPU Kota Depok ajak pemuda aktif
APRESIASI : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat memberikan apresiasi kepada Ketua Bawaslu Kota Depok dalam tahapan pamungkas penetapan dewan terpilih DPRD Kota Depok periode 2019-2024 di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya margonda beberapa waktu lalu. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
KPU Kota Depok ajak pemuda aktif
APRESIASI : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat memberikan apresiasi kepada Ketua Bawaslu Kota Depok dalam tahapan pamungkas penetapan dewan terpilih DPRD Kota Depok periode 2019-2024 di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya margonda beberapa waktu lalu. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – KPU mengajak putra-putri terbaik Depok untuk menjadi bagian dari dari penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, yakni menjadi panitia adhoc, baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang perekrutannya dilakukan di pertengah Januari.

“KPU Depok memanggil putra-putri terbaik Depok untuk menyukseskan Pilkada 2020 dengan menjadi penyelenggara Pilkada,” kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna kepada Radar Depok, Selasa (7/1).

Ia menjelaskan, dalam Pilkada mendatang, KPU Depok memerlukan setidaknya lima orang PPK per kecamatan, tiga orang PPS per kelurahan, tujuh orang Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), dan seorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) per Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Yang paling dekat dulu, kita breakdown satu –satu, jadi sekarang kita fokus untuk PPK dan PPS dulu,” paparnya.

Ia memiliki harapan besar agar Pilkada dapat sukses seperti Pemilu 2019. Sehingga, perekrutan sumber daya manusia (SDM) untuk panitia adhoc tersebut dibutuhkan putra-putri terbaik di Kota Depok, dengan kriteria yang telah ditentukan dan juga memiliki integritas tinggi demi terselenggaranya pesta demokrasi yang jujur, demokratis, adil dan sukses.

“Makanya, kami cari yang terbaik untuk membantu tugas kami menyelenggarakan Pilkada. Tentu, dengan SDM yang baik, kami dapat menyiapkan tiap tahapan dengan maksimal pula, dengan harapan kesuksesan tadi,” paparnya.

Ia pun kembali mengulas, ada persyaratan yang berbeda dari sebelumnya, di mana calon anggota yang mendaftar dibatasi maksimal usianya, yakni tidak boleh lebih dari 60 tahun dan minimal 17 tahun. Sehingga, Nana meminta maaf bagi yang tidak dapat memenuhi kriteria tersebut.

“Tentu, disamping telah diatur dalam regulasi, sebagai penyelenggara harus ada regenerasi dan memberikan kesempatan kepada yang lain untuk ambil bagian,” ujarnya.

Selain itu, Nana menekankan, para calon anggota yang mendaftar pun harus melek terhadap teknologi informasi. Sebab, untuk mendukung pelaksanaan elektronik rekapitulasi (e-rekap), maka KPU yang melaksanakan Pilkada agar merekrut penyelenggara ad hoc, baik PPK dan PPS yang familiar dengan teknologi informasi.

“Ini juga diminta dari KPU RI, jadi paling tidak, mereka melek IT,” tegasnya.

Nana menambahkan, bagi masyarakat yang ingin menjadi bagian dari penyelenggaraan Pilkada agar tidak khawatir, terjadi seperti Pemilu 2019 lalu, di mana banyak insiden petugas penyelenggara Pemilu yang mengalami luka, jatuh sakit hingga korban meninggal.

“Insya Allah hal tersebut tidak terulang di Pilkada 2020, kami sudah makin siap dan melakukan antisipasi-antisipasinya. Di Pilkada 2020 ini juga tidak seberat Pemilu 2019 yang menguras tenaga dan pikiran lantaran banyak yang dipilih. Kalau Pilkada kan hanya satu surat suara untuk Kota Depok,”pungkasnya.

Diketahui, pendaftaran PPK akan dilakukan mulai 15 Januari hingga 14 Februari, sementara PPS dilaksanakan setelahnya, yakni 15 Ferbuari hingga 14 Maret, kemudian KPPS baru dilaksanakan pada 21 Juni hingga 21 Agustus. Sedangkan, untuk informasi lebih lanjut dapat ke Kantor Sekretariat KPU Kota Depok di Jalan Kartini Raya, Nomor 19 Kelurahan Depok, Pancoranmas pada jam kerja, atau membuka website KPU di http.//kota-depok.kpu.go.id. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)