anggota KPU Depok
KOMPAK : Jajaran Komisioner KPU Kota Depok siap menyukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
anggota KPU Depok
KOMPAK : Jajaran Komisioner KPU Kota Depok siap menyukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM – DEPOK – Di awal 2020, KPU Kota Depok yang melaksanakan Pilkada serentak akan merekrut panitia ad hoc, yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) guna menjalankan tugas dan fungsinya pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada 23 September mendatang.

“Awal Januari 2020 ini, kami akan bentuk PPK. Satu kecamatan ada 5 orang. 1 ketua PPK dan empat anggota,” tutur Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat dikonfirmasi Radar Depok, Kamis (2/1).

Nana mengatakan, untuk persyaratan secara keseluruhan hampir sama. Namun, yang membedakan pada perhelatan kali ini ada batasan usia maksimal bagi calon Anggota PPK yang mendaftar, yakni maksimal 60 tahun.

“Sebelumnya kan tidak ada, tapi ini aturan baru,” katanya.

Sedangkan kriteria khusus yang harus dimiliki para Anggota PPK yang bertugas di tingkat kecamatan tersebut, Nana melanjutkan, mereka harus memiliki integritas dan kapabilitas, kemudian memiliki pengalaman dan kemampuan dalam kepemiluan.

“Kriteria itu harus terpenuhi bagi calon Anggota PPK, karena akan mempengaruhi tugas dan fungsinya di lapangan,” lanjutnya.

Selanjutnya, Komisioner KPU yang ramah terhadap media ini mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan elektronik rekapitulasi (e-rekap), maka KPU yang melaksanakan Pilkada agar merekrut penyelenggara ad hoc, baik PPK dan PPS yang familiar dengan teknologi informasi.

“Dalam berkas lamarannya saat mendaftar, mungkin kami minta untuk mencantumkan alamat email dan semua akun media sosial yang dimilikinya. Dari informasi tersebut setidaknya kami mendapatkan gambaran awal apakah calon penyelenggara ad hoc familiar dengan teknologi informasi,” katanya.

Sedangkan untuk KPPS, Nana menambahkan, tidak dapat merekrut semua anggota yang paham teknologi informasi, minimal salah satu diantaranya memiliki kemampuan yang cukup terkait hal tersebut. E-rekap nantinya akan menggantikan salinan rekapitulasi di TPS.

“KPPS hanya tinggal mengirimkan foto plano ke aplikasi atau server yang sudah disiapkan. Untuk menjamin keamanannya, maka nomor sim card yang mengirimkan harus didaftarkan secara khusus sebelum pelaksanaan pemilihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendaftaran PPK akan dilakukan mulai 15 Januari hingga 14 Februari, sementara PPS dilaksanakan setelahnya, yakni 15 Ferbuari hingga 14 Maret, kemudian KPPS baru dilaksanakan pada 21 Juni hingga 21 Agustus.

Untuk lebih jelasnya, Nana menambahkan, dapat menggali informasi ke Kantor Sekretariat KPU Kota Depok di Jalan Kartini Raya, Nomor 19 Kelurahan Depok, Pancoranmas pada jam kerja, atau membuka website KPU di http.//kota-depok.kpu.go.id

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga Depok yang ingin terlibat langsung dalam penyelenggaraan Pilkada Depok 2020, tentunya mereka yang memenuhi persyaratan dan kriteria sesuai regulasi,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)