Menulis untuk Belajar

In Ruang Publik

 

Oleh: Anggung Murdiyanto

 

MENULIS adalah sebuah kegiatan atau keterampilan yang kompleks. Hal itu didasarkan atas berbagai seluk-beluk yang melingkupinya.  Seseorang yang ingin menulis harus mempunyai dasar kemampuan menulis yang baik seperti kemampuan menemukan ide atau tema agar nantinya dapat menghasilkan sebuah tulisan yang baik.

Kemampuan untuk merangkai ide atau gagasan dalam bentuk kata-kata atau kalimat-kalimat juga penting untuk dikuasai.  Selain itu, kemampuan untuk merangkai kalimat agar menjadi paragraf-paragraf yang kohesi dan koheren pun menjadi tuntutan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Jenis tulisan yang hendak dibuat pun –fiksi atau nonfiksi- perlu ditentukan karena akan membedakan penggunaan bahasa juga akan memengaruhi isi pembahasan nya.

Henry Guntur Tarigan, dalam bukunya yang berjudul Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa mengatakan bahwa keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain. Pendapat itu menyuratkan bahwa menulis merupakan sebuah keterampilan. Dengan menulis, seseorang dapat berkomunikasi untuk mengungkapkan pikiran, ide, atau gagasan kepada orang lain. Oleh karena itu, menulis menjadi penting untuk dipelajari.

Apakah kemampuan menulis itu sebuah bakat ? Pertanyaan ini tentu menggelitik banyak orang. Sebagian orang menjawab benar untuk pertanyaan itu. Salah satu implikasinya, orang-orang itu “menyerah” untuk segala hal yang berhubungan dengan menulis karena menganggap dirinya memang tidak mempunyai bakat dalam menulis. Namun, sebagian yang lain justru menjawab tidak dan “mematahkan” pertanyaan itu.

Mereka yang menyatakan bahwa menulis itu bukan sebuah bakat meyakini bahwa menulis itu sebuah keterampilan yang dapat dipelajari seperti kita mempelajari keterampilan-keterampilan lainnya. Mereka membuktikannya lewat karya-karya mereka, apakah itu berbentuk puisi, cerpen, novel, artikel umum ataupun dalam bentuk lain. Thomas Alfa Edison pernah mengatakan keberhasilan itu berasal dari 99 persen kerja keras dan 1 persen bakat. Jika kita merujuk dan meyakini pendapat tersebut, anggapan bahwa kemampuan menulis itu sebuah bakat terbantahkan.

Bagaimana cara mencari ide untuk menulis ? Ide untuk menulis itu tersebar di sekitar kita bahkan ide menulis dapat ditemukan di dalam pikiran kita. Kita saja yang mungkin luput untuk menemukan dan mengolahnya. Ketika seorang siswa atau peserta didik melihat peristiwa perundungan yang dialami temannya di sekolah, itu dapat menjadi contoh ide untuk menulis.

Kita melihat seorang lelaki tua yang sedang mengais tempat sampah. Itu pun dapat menjadi ide untuk menulis. Intinya, ide untuk menulis itu dapat dimulai dari apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, apa yang kita dengar, apa yang kita alami, apa yang kita lakukan, termasuk apa yang dilakukan orang lain.

Menulis dapat dimulai dari hal atau kegiatan yang sederhana. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk mulai menulis dari tema atau materi yang” berat”. Menulis buku harian terkait dengan aktivitas atau kegiatan sehari-hari yang dilakukan merupakan contoh yang dapat dicoba. Pengalaman hidup atau peristiwa yang pernah dialami oleh seseorang-entah yang menyenangkan atau menyedihkan-dapat menjadi contoh latihan menulis juga.

Seorang guru, misalnya, dapat mengawali kemampuan menulisnya dengan menuliskan pengalamannya dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar di sekolah termasuk ketika ia berinteraksi dengan peserta didiknya. Seorang siswa atau peserta didik dapat memulai kemampuan menulisnya dengan belajar mendeskripsikan sebuah objek atau benda termasuk mencoba untuk menggambarkan karakter teman-temannya dalam rangkaian kalimat sederhana.

Seorang traveller dapat berlatih menulis dengan menceritakan pengalamannya selama melakukan perjalanan. Bahkan, seorang ibu rumah tangga pun dapat berlatih menulis resep makanan, masakan, atau minuman yang pernah dipraktikkannya.

Kegiatan menulis berhubungan dengan kegiatan membaca. Mengapa ? Kegiatan menulis itu membutuhkan referensi atau kekayaan wawasan dari si penulisnya. Kekayaan wawasan didapat dari kebiasaan membaca yang intensif. Selain itu, melalui kegiatan membaca, si penulis akan memiliki kekayaan perbendaharaan kata-kata yang dibutuhkan dalam kegiatan menulisnya nanti. Sebagai contoh, ketika seseorang akan menulis artikel dengan tema narkoba, orang itu harus mengenal dan memahami perbendaharaan kata-kata serta memiliki referensi atau wawasan yang cukup baik seputar narkoba.

Contoh lain, ketika seseorang akan membuat cerita fabel, orang itu sebaiknya sudah mempunyai wawasan yang cukup baik seputar sastra fiksi, dongeng, dan bahasanya. Dengan didukung kegiatan membaca yang baik, seseorang akan menghasilkan tulisan yang berkualitas nantinya.

Kegiatan menulis dapat kita jadikan sebagai sarana untuk belajar. Kita dapat belajar mengembangkan diri dari kegiatan menulis. Melalui kegiatan menulis, kita dapat belajar menyusun kata-kata untuk menjadi kalimat yang baik atau indah. Melalui kegiatan menulis pula, kita dapat belajar untuk merangkai kalimat dan paragraf yang nantinya akan menghasilkan sebuah tulisan yang bermutu. Kita juga dapat belajar untuk mengekspresikan diri dan mengungkapkan isi hati melalui kegiatan menulis. Bahkan, untuk sebagian orang, menulis bukan sekedar untuk belajar melainkan juga sarana untuk menunjukkan eksistensi diri termasuk untuk mendapatkan penghasilan.

Ada enam kiat yang dapat membimbing kita dalam menulis. Enam kiat itu adalah kebulatan niat, keberanian memulai, kesungguhan berlatih, keluangan waktu, keorisinalan ide, dan keluasan wawasan. Jika enam kiat itu kita terapkan, yakinlah, kita mampu menjadi penulis yang baik. Ibaratnya, seseorang tidak akan menjadi perenang yang baik jika ia tidak memiliki kebulatan niat, tidak berani untuk memulai atau berlatih, dan tidak mau bersungguh-sungguh.

Sebagian orang sudah mencoba dan menghasilkan karya dari kegiatan menulis. Sekarang saatnya kita untuk mulai menulis. Anda setuju ? Mari, kita menulis. Semoga tulisan ini bermanfaat.  (*)

You may also read!

kelurahan duren mekar swab test

ASN Kelurahan Duren Mekar di-Swab Test

DITES : Petugas Kesehatan Puskesmas Duren Seribu melaksanakan swab test terhadap ASN dan Non ASN

Read More...
bersaing ikut SKPP nasional

Positif Covid-19 di Bawaslu Depok Bertambah Dua Orang

DARING : Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini bersama Kepala SKPP Kota Depok, Dede Selamet

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Stop Aktivitas

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Istri Walikota Depok, Elly Farida memutuskan

Read More...

Mobile Sliding Menu