Oleh: Siska Dwi Anggraeni

Mahasiswi STIKIM Jakarta, 01160100039

 

IKAN yang kaya akan gizinya dan makanan enak dan memiliki kandungan omega 3 yang bisa bikin anak-anak tumbuh sehat dan pintar kata Menteri  Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Akan tetapi bagaimana bila ikan mengandung plastik? Lautan dunia tercemar oleh limbah plastik, bahkan Indonesia melarung 1,29 juta ton sampah plastik ke laut tiap tahun nya menurut peneliti Jenna jambeck dari Universitas Georgia.

Apakah ikan-ikan dilaut pun harus memakan plastik itu? Saat plastik di laut dihancurkan oleh kekuatan alam seperti sinar matahari dan ombak, maka plastik akan berubah menjadi mikroplastik. Mikroplastik yang menjadi masalah besar di bidang lingkungan dan  kesehatan. Mikroplastik adalah komponen plastik yang berukuran kurang dari lima milimeter.

Mikroplastik yang dimakan bisa berpindah ke semua organ tubuh ikan malang itu. Mikroplastik di tubuh ikan itu berukuran lebih dari 500 mikrometer , rata-rata berukuran 3,5 mm, berkisar dari 0,1-4,5 mm tergantung bentuk. Mikroplastik itu berasal dari pecahan plastik ( 60%), gabus plastik ( 37%) , plastik film (2%) dan tali pancing (1%)

Zat kimia di plastik dapat menyebabkan keracunan. Dampak mikroplastik yang termakan ikan , kemudian dimakan manusia, memang masih belum jelas betul. Belum ada penelitian final soal ini.  Amy lusher dkk dalam paparan terbitan FAO PBB tahun 2017, Mikroplastik dan Nanoplastik yang teerserap ke tubuh manusia lewat pernafasan dan implan prostesis menunjukkan efek beragam seperti kerusakan DNA, perubahan gen serta perilaku protein, pengumpulan sel, stres, kerusakan jaringan tisu tulang , dan luka pada organ.

Sampah plastik di ikan bisa terurai menjadi merkuri , bisa menyebabkan kanker, alergi, hingga mutasi gen manusia menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Workshop Pengelolahan Sampah Laut 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Lalu salahkan siapa ? Kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, jika ingin lingkungan tempat tinggal kita bersih mulailah menjadi pribadi yang bersih terlebih dahulu.  Sampai saat ini upaya untuk mengurangi pemakaian plastik pun dilakukan.

Dari mengurangi pemakaian kantong plastik di pusat perbelanjaan, Mengurangi penggunaan tisu basah, Tidak lagi menggunakan sedotan untuk minuman di restoran cepat saji dan belajar cara daur ulang sampah plastik. Belajar lah mencintai lingkungan dan hindari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak lingkungan untuk tujuan masa depan , baik kehidupan kita maupun cucu kita kelak. (*)